Suara.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan lepas tangan dari perang narkoba di negaranya. Dia menyerahkan kepada Badan Pengawas Obat-obatan Filipina (PDEA) mengambil alih semua operasi obat-obatan terlarang.
Duterte juga menginstruksikan Polisi Nasional Filipina tidak mengintervensi. Instruksi ini dikeluarkan karena banyak pihak yang menyalahkan dirinya dalam memberantas narkoba di Filipina.
"Itu yang Anda inginkan? Anda menyalahkan pemerintah untuk hampir semua hal," katanya dalam sebuah pernyataan di stasiun TV lokal negara tersebut.
Dengan lepas tangannya Duterte, PDEA bisa mengambil kebijakan apa pun. Termasuk meneruskan kebijakan tembak di tempat bagi tersangka bandar narkoba.
Selama ini, Duterte selalu dirongrong oleh kelompok hak asasi manusia karena dianggap melanggar HAM dengan menerapkan tembak di tempat bagi bandar narkoba.
"Hak asasi manusia seharusnya membantu PDEA," katanya.
Sementara, Direktur Jenderal PDEA, Aaron Aquino, berjanji untuk terus melanjutkan perang melawan obat-obatan terlarang tanpa henti. Perang ini menurutnya akan dilakukan lebih 'halus'. (Anadolu)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah