Suara.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan lepas tangan dari perang narkoba di negaranya. Dia menyerahkan kepada Badan Pengawas Obat-obatan Filipina (PDEA) mengambil alih semua operasi obat-obatan terlarang.
Duterte juga menginstruksikan Polisi Nasional Filipina tidak mengintervensi. Instruksi ini dikeluarkan karena banyak pihak yang menyalahkan dirinya dalam memberantas narkoba di Filipina.
"Itu yang Anda inginkan? Anda menyalahkan pemerintah untuk hampir semua hal," katanya dalam sebuah pernyataan di stasiun TV lokal negara tersebut.
Dengan lepas tangannya Duterte, PDEA bisa mengambil kebijakan apa pun. Termasuk meneruskan kebijakan tembak di tempat bagi tersangka bandar narkoba.
Selama ini, Duterte selalu dirongrong oleh kelompok hak asasi manusia karena dianggap melanggar HAM dengan menerapkan tembak di tempat bagi bandar narkoba.
"Hak asasi manusia seharusnya membantu PDEA," katanya.
Sementara, Direktur Jenderal PDEA, Aaron Aquino, berjanji untuk terus melanjutkan perang melawan obat-obatan terlarang tanpa henti. Perang ini menurutnya akan dilakukan lebih 'halus'. (Anadolu)
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
Terkini
-
Ciduk Kepala Pajak Banjarmasin Lewat OTT, KPK Sita Duit Tunai Lebih dari Rp1 Miliar
-
Buntut Siswa SD di NTT Bunuh Diri, Komisi X DPR Bakal Panggil Mendikdasmen Pekan Depan
-
Abraham Samad Akui Minta Prabowo Agar 57 Eks Pegawai Gagal TWK Abal-abal Kembali ke KPK
-
Kapolres Ngada Ungkap Kematian Bocah 10 Tahun di NTT Bukan Akibat Ingin Dibelikan Buku dan Pena
-
Pramono Optimis Transjabodetabek Rute Soetta Bakal Diserbu: Bayar Rp3.500, Siapa yang Nggak Mau?
-
Wamenko Otto Hasibuan Sebut Korporasi Kini Jadi Subjek Hukum Pidana, Dunia Usaha Wajib Adaptasi
-
Kepala Pajak Banjarmasin Mulyono Kena OTT KPK, Modus 'Main' Restitusi PPN Kebun Terbongkar
-
Terungkap! Abraham Samad Akui Diajak Menhan Sjafrie Bertemu Prabowo di Kertanegara
-
Kala Pramono Tawarkan Bantuan Armada Sampah untuk Tangsel ke Andra Soni
-
Abraham Samad Ungkap Pertemuan dengan Prabowo: Soal Perbaikan IPK Tidak Boleh Omon-omon