Suara.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan lepas tangan dari perang narkoba di negaranya. Dia menyerahkan kepada Badan Pengawas Obat-obatan Filipina (PDEA) mengambil alih semua operasi obat-obatan terlarang.
Duterte juga menginstruksikan Polisi Nasional Filipina tidak mengintervensi. Instruksi ini dikeluarkan karena banyak pihak yang menyalahkan dirinya dalam memberantas narkoba di Filipina.
"Itu yang Anda inginkan? Anda menyalahkan pemerintah untuk hampir semua hal," katanya dalam sebuah pernyataan di stasiun TV lokal negara tersebut.
Dengan lepas tangannya Duterte, PDEA bisa mengambil kebijakan apa pun. Termasuk meneruskan kebijakan tembak di tempat bagi tersangka bandar narkoba.
Selama ini, Duterte selalu dirongrong oleh kelompok hak asasi manusia karena dianggap melanggar HAM dengan menerapkan tembak di tempat bagi bandar narkoba.
"Hak asasi manusia seharusnya membantu PDEA," katanya.
Sementara, Direktur Jenderal PDEA, Aaron Aquino, berjanji untuk terus melanjutkan perang melawan obat-obatan terlarang tanpa henti. Perang ini menurutnya akan dilakukan lebih 'halus'. (Anadolu)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan