Suara.com - Dinas Sosial DKI Jakarta akan menegur orangtua jika tetap membiarkan dua anak mereka berinisial G (4) dan F (7) tidur gerai Anjungan Tunai Mandiri BNI, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
"Kalau tetap bolak balik, kami akan kasih peringatan keras, teguran," kata Kepala Bagian Humas Dinsos DKI Jakarta Miftahul Huda kepada Suara.com, Senin (16/10/2017).
Petugas dinsos sudah bertemu keluarga bocah tersebut. Mereka tinggal di RT1, RW 6 Galur, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Nama orangtua kedua bocah yaitu Alex dan Wiwin serta Abdul Qodir dan Yana.
"Ya pas kami datangi ada orangtuanya, paling kami kasih motitvasi aja. Anaknya nggak boleh tidur sembarangan. Kalau di ATM itu kan ganggu kegiatan orang di tempat umum," kata Miftahul.
Petugas dinsos juga akan mengawasi G dan F agar mereka tak dibiarkan bermain-main di tempat-tempat umum
"Kami tetap awasi, kan kita ada P3S (petugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial) di sekitar Galur situ," katanya.
Tukang parkir
Pekerjaan orangtua kedua bocah sehari-hari mengamen dan menjadi petugas parkir liar.
"Orangtuanya kerjanya ngamen sama markir liar di pinggir jalan gitu," katanya.
Peristiwa dua bocah tidur berpelukan di gerai ATM mencuat setelah foto-foto mereka viral di media sosial. Seorang warganet memotret mereka pada Sabtu (14/10/2017), malam.
Foto dua bocah tidur berpelukan dan berselimut plastik transparan pun mengadu-aduk emosi warganet.
Berita Terkait
-
Jelajah Kuliner Unik di Come See Mie Fest 2026: Kartu yang Bisa Dimakan hingga Mi Earl Grey
-
11 Fakta Unik Piala Dunia 2026 di Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat
-
Kisah Maling Mobil Masih Punya Hati Nurani: Putar Balik saat Tahu Ada Anak Kecil Terbawa
-
Misteri Wanita Tewas Jatuh dari Lantai 27 Green Pramuka, Ternyata Penyewa Lewat Broker
-
Geger! Kambing Kurban Mati Dibuang di Trotoar Cempaka Putih, PPSU Turun Tangan
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
Terkini
-
Kasus Penyekapan di Bandung, Komnas Perempuan Sebut Ada Kekerasan Berbasis Gender yang Ekstrem
-
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Uang untuk Geser Aksi dari Istana
-
Program Imunisasi Nasional Kekurangan Dana Rp 1 Triliun Akibat Pemotongan Anggaran
-
Dasco Soal Said Iqbal Jadi Penasihat Prabowo: Bukan Lemahkan KSPI, Justru Tambah Keras ke Pemerintah
-
Buntut Konflik dengan Ruben Onsu, Sarwendah Datangi Komnas Perempuan dan Buka Suara
-
PSI Lempar Isu Prabowo-Gibran 2 Periode, PDIP Beri Sindiran Pedas: Emang Pak Prabowo Mau?
-
Ini Biadab! Kutuk Penyekapan Perempuan di Bandung, DPR Bakal Panggil Menteri PPPA ke Senayan
-
30 Kali Wajib Lapor Jadi Kunci Roy Suryo dan dr Tifa Lolos dari Sel Tahanan Jaksa!
-
Nadiem Makarim Akui Tak Yakin dengan Chromebook saat Meeting dengan Google
-
Pemerintah Usulkan RUU Pusat Finansial Internasional Masuk ke Prolegnas DPR