Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono bersama pengurus Demokrat. [Suara.com/Dian Rosmala]
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan pesan kepada Presiden Joko Widodo perihal pengesahan UU Ormas dan rencana revisi UU tersebut.
Yudhoyono mengatakan Partai Demokrat mengerti negara memang perlu mengatur keberadaan ormas serta apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan ormas.
"Jadi Partai Demokrat tidak sependapat atas nama demokrasi, dan kebebasan ada di negeri ini yang menolak pengaturan yang dilakukan negara," kata Yudhoyono di DPP Demokrat, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (30/10/2017).
Menurut mantan Presiden pemerintah diamanahi konstitusi agar menjaga keamanan negara dan berbuat adil serta mensejahterakan rakyatnya.
Selain itu, kata Yudhoyono, Partai Demokrat juga mengingatkan negara dan pemerintah harus memiliki cara pandang yang berimbang terhadap ormas.
"Pertama perlakukan ormas sebagai mitra. Jadi apabila ada ormas yang menyimpang, diluruskan dan dibina. Begitu perlakukan terhadap partner. Kalau ada ormas yang melanggar hukum, negara bisa memberlakukan hukuman tegas," tutur Yudhoyono.
Namun, apabila ada ormas yang secara jelas-jelas ingin mengganti Pancasila dengan paham lain, serta nyata-nyata bertentangan dengan konstitusi dan UU turunannya, dan nyata melawan hukum. Maka bisa dibuktikan melalui pengadilan, bukan dengan subyektifitas pemerintah.
"Semua bisa dibuktikan dalam proses hukum yang akuntabel. Maka kami mengajukan revisi. Mudah-mudahan jadi perhatian bapak Presiden dan Parlemen," kata Yudhoyono.
Tag
Komentar
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Kejar Aliran Uang Dadan Cs! Kejagung akan Terapkan Pasal TTPU di Kasus Korupsi MBG
-
Prabowo Bukan Negarawan, Tapi Wisatawan!
-
Pemerintah Dinilai Setengah Hati Benahi MBG, Pakar UGM Usul Bentuk Dewan Pengawas Independen
-
BPIP Minta Tambahan Anggaran Rp343 M ke DPR, Bangun Pusat Diklat untuk Pejabat hingga Paskibraka
-
Resmi Dibuka! Pendaftaran SPMB Jakarta 2026, 245 Ribu Kursi Gratis Tanpa Biaya
-
Militer Iran Klaim Mempermalukan Pasukan Amerika Serikat dan Israel Usai Damai
-
Iring-Iringan Presiden Jerman Tembus Jantung Jakarta, Jalur Protokol Steril Sempurna
-
Tiba di Istana Merdeka, Dua Kali Mata Presiden Jerman Frank-Walter Terpukau Tarian Tradisional
-
Kunjungan Presiden Jerman dan Demo Mahasiswa Digelar Bersamaan, 6.675 Personel Gabungan Disiagakan
-
Anggaran Jumbo Tapi Kalah dari Aplikasi Ojol, Pakar UGM Kritik Sistem Administrasi Demo Polri