Suara.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, menerima kunjungan delegasi Menteri Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Korea Selatan (Ministry of Land, Infrastructure and Transport/MoLIT), Kim Hyun Mee, di gedung utama Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (10/11/2017)
Dalam pertemuan bilateral tersebut dibahas kerja sama di bidang infrastruktur PUPR, yakni kemajuan pengerjaan Bendungan Karian, proyek saluran pembawa air baku Karian-Serpong, Karian Water Supply PPP Project, penyediaan tenaga ahli senior bendungan, kerja sama dalam intelligent transport system (ITS), dan perumahan.
Menurut Basuki, proyek saluran pembawa air baku Karian-Serpong sepanjang 47,9 km, yang terhubung dengan Bendungan Karian akan didanai melalui APBN dan pinjaman pemerintah Korea Selatan melalui Economic Development Cooperation Fund (EDCF), dengan nilai sebesar Rp2,1 triliun.
Untuk itu, Kementerian PUPR akan mengirimkan surat permintaan kepada Bappenas, yang akan diteruskan pada EDCF paling lambat November 2017. Selanjutnya akan dilakukan updated studi kelayakan selama kurang lebih 6 bulan, yang akan menjadi bahan readiness criteria untuk pengusulan dalam Green Book 2018.
Penandatanganan perjanjian pinjaman (loan agreement) ditargetkan dapat dilakukan pada akhir 2018.
Dalam pembangunan saluran air baku tersebut juga terdapat porsi yang akan ditawarkan pendanaannya melalui kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), yakni yang akan melayani Kota Tangerang, Tangerang Selatan dan Jakarta bagian barat. Dari hasil MoU yang ditandatangani antara Kementerian PUPR dengan K-Water dan K-Exim kemarin, pihak K-Water akan menyelesaikan studi kelayakan proyek KPBU tersebut pada Januari 2018.
Selanjutnya akan dilakukan proses lelang KPBU dengan kompensasi kepada K-Water sebagai pemrakarsa proyek, berupa right to match dan pemberian tambahan nilai 10 persen.
Konstruksi saluran air baku Karian-Serpong ditargetkan bisa dimulai pada 2018 dan diupayakan selesai bersamaan dengan selesainya Bendungan Karian, sehingga air bendungan dapat segera dimanfaatkan untuk melayani kebutuhan masyarakat akan air bersih. Progress konstruksi Bendungan Karian saat ini mencapai 48 persen dan ditargetkan selesai pada 2019.
Selanjutnya, dalam pertemuan juga dibahas mengenai kebutuhan penyediaan tenaga ahli senior bendungan dari Korea Selatan untuk membantu percepatan dan peningkatan mutu pembangunan bendungan di Indonesia. kemudian kerja sama dalam bidang jalan berupa teknologi ITS akan dilakukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan EDCF.
Melalui kerja sama ini, Korea akan memberikan hibah studi kelayakan ITS. Kerja sama ini dilakukan untuk mendukung rencana pemerintah menerapkan sistem pembayaran tol tanpa henti atau multi lane free flow (MLFF), yang akan diterapkan akhir 2018.
"Pemerintah Korea akan melakukan studi kelayakan ITS. Setelah selesai baru kelihatan besaran kebutuhan pendanaan untuk proyek ITS. Kami juga mendapat penawaran dari pemerintah Hungaria. Kita akan lihat mana yang lebih efisien dan cocok untuk Indonesia," katanya
Sementara itu, Kim Hyun Mee mengatakan, MoU lainnya yang ditandatangani kemarin adalah kerjasama business to business antara Hanwha Engineering & Construction dengan PT Pembangunan Perumahan (PP) Persero, dalam proyek pre-pabrikasi modul-modul rumah.
"Saya yakin, ini akan menjadi model kerja sama yang baru dan bagus dalam mengatasi kekurangan unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah di Indonesia," katanya.
Dalam pertemuan delegasi Korea Selatan juga menyertakan Direktur Kim Seok Gi, Deputi Direktur Won Jong Dak, Duta Besar Korea Selatan, Cho Tai Youong, bersama kepala perwakilan perusahaan Korea seperti K-Water, Hyundai, Daelim, Hanwha, Lotte, Ssangyong.
Pada kesempatan itu, Basukididampingi para pejabat tinggi madya, yakni Sekjen Anita Firmanto, Irjen Rildo Ananda Anwar, Dirjen Sumber Daya Air (SDA), Imam Santoso, Dirjen Bina Marga, Arie Setiadi Moerwanto, Dirjen Cipta Karya, Sri Hartoyo, Dirjen Penyediaan Perumahan, Syarif Burhanuddin, Kepala Balitbang yang juga Plt. Dirjen Bina Konstruksi, Danis H Sumadilaga, Direktur Pembiayaan Perumahan, Lana Winayanti, Kepala BPIW, Ridho M Icwan, dan Plt. Kepala BPSDM, Luthfiel Annam Ahmad.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno