Suara.com - Narapidana kasus teroris di Rumah Tahanan Mako Brimob Cabang Salemba, Jakarta Pusat, membuat kerusuhan di dalam sel pada Jumat (11/10/2017).
Sejumlah video dan foto kerusuhan itu viral di media sosial. Sejumlah akun penyebar video itu di medsos menyebut, kerusuhan itu terjadi karena ada petugas yang melemparkan Alquran.
Namun, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul menegaskan, pelemparan Alquran oleh petugas jaga rutan itu tidak benar alias hoaks.
"Tidak benar terjadi pelemparan Alquran oleh petugas jaga," kata Kombes Martinus dalam pesan singkat, Jumat malam.
Martinus menjelaskan, yang terjadi adalah petugas jaga memeriksa sejumlah buku dan benda yang terdapat di sel tahanan.
Peristiwa kerusuhan yang terjadi pada Jumat sore itu dipicu oleh para napi teroris, yang tidak terima atas penggeledahan tersebut.
"Gejolak yang terjadi sebagai reaksi atas tindakan yang dilakukan petugas jaga yang menyita ponsel milik tahanan Blok C," katanya.
Dalam penggeledahan tersebut, ditemukan empat ponsel milik empat napi teroris yakni Juhanda, Saulihun, Khairul Anam dan Jumali.
Sejumlah napi Blok B dan Blok C yang marah kemudian merusak pintu kamar sel.
Baca Juga: Meracau ke Wartawan, Polisi Yakin Kejiwaan Dokter Helmi Sehat
Tak hanya itu sejumlah fasilitas Rutan Salemba juga dirusak termasuk pintu pagar lorong Blok B dan Blok C serta kaca jendelanya.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Brigjen Rikwanto mengatakan, kericuhan itu berawal sejak seusai salat Jumat berjemaah.
Seusai salat, para tahanan dimasukkan ke sel masing-masing. Setelah masuk sel, petugas piket yang merupakan anggota Densus 88 melepas kunci yang ada di Kamar A5 dan C5.
"Kunci dilepas karena ada selotan kunci dari dalam, demi keamanan dan memudahkan petugas piket membuka pintu sel," kata Rikwanto.
Saat itu juga dilakukan penggeledahan di dua kamar tahanan tersebut, dan ditemukan empat ponsel milik empat napi teroris.
"Saat kegiatan penggeledahan, salah satu tahanan ada yang tidak terima dan memancing petugas dengan berbagai ucapan," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat