Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali bertemu dengan “teman lama” saat menghadiri pertemuan pemimpin negara-negara anggota APEC di Da Nang, Vietnam. Sang “teman lama” yang tak lain adalah Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau terlihat bercakap-cakap dengan Jokowi di sela-sela konferensi tingkat tinggi tersebut.
Dalam video singkat yang diunggah akun Instagram @kemensetneg.ri, terlihat Jokowi berjalan ke deretan para pemimpin negara yang sedang duduk dan menjabat tangan mereka. Setelah berjabat tangan dengan pemimpin Brunei Darussalam, Sultan Hassanal Bolkiah, ia menjabat tangan Trudeau.
Trudeau, yang melihat kedatangan Jokowi, langsung bangkit dari tempat duduknya dan menyambut uluran tangan Jokowi sambil tersenyum. Bahkan, seperti sudah amat dekat, Trudeau memegang lengan Jokowi dengan tangan kiri sambil terus menjabat tangannya.
Keduanya lantas terlibat dalam percakapan singkat sebelum akhirnya Jokowi menggamit lengan Trudeau. Trudeau terlihat mengacungkan jempol sebelum Jokowi berlalu.
“Pertemuan Informal APEC Leaders' dengan ASEAN Leaders' merupakan salah satu rangkaian kegiatan KTT APEC yang diselenggarakan di Da Nang, pada tanggal 10 November 2017,” tulis akun @kemensetneg.ri di caption video yang dibuat oleh Biro Pers Setpres itu.
Menengok ke belakang, tepatnya pada tanggal 9 Juli 2017, Jokowi untuk pertama kalinya bertemu dengan sang pemimpin muda Kanada dalam KTT negara-negara G20 di Hamburg, Jerman. Dalam sejumlah foto dan video, keduanya terlihat akrab dan bercakap-cakap dalam sebuah jamuan makan. Malahan, Jokowi menyempatkan diri membuat vlog dengan Trudeau yang kemudian diunggah ke kanal Youtube sang presiden.
“Presiden Joko Widodo telah bekerja keras untuk memastikan kita bersama membangun masa depan yang lebih baik untuk Indonesia,” tutur Trudeau dalam vlog yang juga menampilkan sosok Iriana, Ibu Negara.
Suara.com -
Berita Terkait
-
Guru Besar UMY: Masa Depan Politik Gibran Masih Bergantung pada Bayang-Bayang Jokowi
-
Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan
-
Nadiem Makarim: Banyak yang Larang Saya Jadi Menteri Jokowi
-
30 Kali Wajib Lapor Jadi Kunci Roy Suryo dan dr Tifa Lolos dari Sel Tahanan Jaksa!
-
Di Sidang Korupsi Chromebook, Nadiem Ungkap Ada Arahan Langsung Jokowi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK