Kepadatan pemukiman penduduk terlihat dari ketinggian di salah satu kawasan di Jakarta, Rabu (28/9/2016). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengatakan tingkat kemiskinan di Ibu Kota sudah masuk kategori ekstrim. Pemandangan kemiskinan berdampingan dengan gemerlap metropolitan.
"Keterdidikan yang amat tinggi berdampingan dengan tingkat putus sekolah yang tak kalah tinggi," ujar Anies dalam rapat paripurna dengan agenda penyampaian visi dan misi gubernur dan wakil gubernur Jakarta periode 2017-2022 di gedung DPRD, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (15/11/2017).
Anies mengatakan masih banyak pemukiman kumuh di kota ini. Anies mengatakan berkomitmen untuk menata kampung-kampung itu.
"Tingginya gedung menjulang berdampingan dengan reotnya gubuk rakyat," katanya.
Dia juga menyinggung proyek pulau buatan di Teluk Jakarta semakin meminggirkan masyarakat di utara Jakarta.
"Luasnya hamparan pulau reklamasi berdampingan dengan sempitnya rumah para nelayan. Itu hanya sekelumit ketimpangan di kota ini. Mari bersama-sama mengubah kenyataan ini," kata Anies.
Anies mengatakan program prioritasnya, di antaranya mendorong penciptaan lapangan kerja dan wirausaha baru, mewujudkan pendidikan tuntas berkualitas untuk semua, serta memastikan biaya hidup yang lebih terjangkau meliputi air bersih, bahan pangan pokok, rumah rakyat, serta transportasi publik.
"Prioritas ini terkesan sebagai hal-hal dasar, namun itulah kenyataannya yang dihadapi oleh rakyat. Suara dan kekhawatiran utama mayoritas warga Jakarta adalah mencukupi hal-hal dasar itu," kata dia.
"Hari ini kami lihat kota Jakarta berkembang sangat cepat, hingga sadar tak sadar, banyak perkembangan yang tidak sesuai dari dasar tata ruang yang telah disusun," Anies menambahkan.
"Pengembangan kota kadang terasa seperti dibiarkan hanyut oleh kemauan sempit tanpa ada kaitannya dengan manfaat kepentingan umum. Dampaknya banyak bagian kota yang tak saling terintegrasi, diikuti terjadinya pemusatan kegiatan perkotaan hanya di lokasi tertentu tanpa memperhitungkan daya dukung infrastruktur dan daya dukung sosial," kata Anies.
"Keterdidikan yang amat tinggi berdampingan dengan tingkat putus sekolah yang tak kalah tinggi," ujar Anies dalam rapat paripurna dengan agenda penyampaian visi dan misi gubernur dan wakil gubernur Jakarta periode 2017-2022 di gedung DPRD, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (15/11/2017).
Anies mengatakan masih banyak pemukiman kumuh di kota ini. Anies mengatakan berkomitmen untuk menata kampung-kampung itu.
"Tingginya gedung menjulang berdampingan dengan reotnya gubuk rakyat," katanya.
Dia juga menyinggung proyek pulau buatan di Teluk Jakarta semakin meminggirkan masyarakat di utara Jakarta.
"Luasnya hamparan pulau reklamasi berdampingan dengan sempitnya rumah para nelayan. Itu hanya sekelumit ketimpangan di kota ini. Mari bersama-sama mengubah kenyataan ini," kata Anies.
Anies mengatakan program prioritasnya, di antaranya mendorong penciptaan lapangan kerja dan wirausaha baru, mewujudkan pendidikan tuntas berkualitas untuk semua, serta memastikan biaya hidup yang lebih terjangkau meliputi air bersih, bahan pangan pokok, rumah rakyat, serta transportasi publik.
"Prioritas ini terkesan sebagai hal-hal dasar, namun itulah kenyataannya yang dihadapi oleh rakyat. Suara dan kekhawatiran utama mayoritas warga Jakarta adalah mencukupi hal-hal dasar itu," kata dia.
"Hari ini kami lihat kota Jakarta berkembang sangat cepat, hingga sadar tak sadar, banyak perkembangan yang tidak sesuai dari dasar tata ruang yang telah disusun," Anies menambahkan.
"Pengembangan kota kadang terasa seperti dibiarkan hanyut oleh kemauan sempit tanpa ada kaitannya dengan manfaat kepentingan umum. Dampaknya banyak bagian kota yang tak saling terintegrasi, diikuti terjadinya pemusatan kegiatan perkotaan hanya di lokasi tertentu tanpa memperhitungkan daya dukung infrastruktur dan daya dukung sosial," kata Anies.
Komentar
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
IHH Healthcare Malaysia Terus Perluas Kehadiran di Indonesia
-
Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun
-
Catat Tanggalnya! Ada Diskon dan Voucher Belanja Melimpah dari BRI di Outlet Ini
-
Mendikdasmen: Hard Skills Saja Tak Cukup, Ini Keterampilan Utama yang Wajib Dikuasai Gen Z!
-
Review Dream To You: Romansa Hangat Cinta Pertama, Luka dan Impian
-
Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2
-
Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?
-
3,28 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Tol Banyumanik, Negara Berpotensi Rugi Rp3,17 Miliar
-
Menjelang Snoopy Run 2026, Saatnya Menjelajah Dunia Peanuts Selama 54 Hari di Sini!