Suara.com - Nama Hilman Mattauch menjadi terkenal sejak Ketua DPR Setya Novanto terlibat kecelakaan di Jalan Permata Berlian, Jakarta Selatan, Kamis (17/11/2017) malam. Hilman disebut polisi sebagai pengemudi mobil nahas yang ditumpangi tersangka kasus dugaan korupsi KTP elektronik tersebut.
Hilman merupakan wartawan dan pernah menjadi Ketua Koordinatoriat Wartawan Parlemen pada periode 2014-2016. Sejak saat itu, Hilman dekat dengan Novanto.
"Hilman itu setahu saya mulai dekat dengan Novanto itu sejak tahun 2014 sampai 2016, itu periode kepemimpinan Hilman. Nah di kurun waktu 2014 itu, Hilman banyak komunikasi dengan Novanto dan bahkan sampai saat ini," kata Ketua Koordinatoriat Wartawan Parlemen Romdony Setiawan, di DPR, Jumat (17/11).
Doni menceritakan, Hilman awalnya adalah seorang kontributor yang ditugaskan di Jakarta Barat. Setelah itu, dia bertugas di DPR dan menjadi Ketua Koordinatoriat Wartawan Parlemen.
"Ya setelah selesai menjadi Koordinatoriat Wartawan Parlemen, Novanto dengan Hilman hubungannya dan komunikasinya terjalin baik, sampai hari ini ya," tutur Doni.
Belakangan, Hilman masuk dalam pusaran polemik Novanto. Apalagi, Novanto merupakan tersangka kasus korupsi proyek e-KTP.
Ketua Umum Partai Golkar itu sempat menghilang saat ingin dijemput paksa oleh KPK karena mangkir dari panggilan pemeriksaannya sebagai tersangka, Rabu (15/11) malam.
Menurut Doni, keterlibatan Hilman dengan kasus Novanto perlu diklarifikasi. Sebab, patut diduga ada pelanggaran kode etik yang dilakukan Hilman terkait masalah ini.
Baca Juga: Surya Paloh Minta Kader Partai Nasdem Tak Terprovokasi di Medsos
"Nanti kalau misalkan dia terbukti melanggar hukum atau melanggar etik, ya medianya yang memberikan sanksi. Saya sejauh ini tidak tahu itu benar atau tidak karena ini masih kabarnya," ujar Wartawan Rakyat Merdeka ini.
Hingga kekinian, Suara.com belum bisa mengonfirmasi kronologi kecelakaan tersebut dari Hilman.
Kasus kecelakaan ini sudah ditangani Polisi. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Halim Pagarra mengatakan polisi sudah memeriksa beberapa saksi terkait tabrakan ini.
Antara lain, memeriksa saksi Suwandi, yang mendengar benturan dari jarak sekitar 30 meter dari lokasi tabrakan kemudian mendekati lokasi dan melihat mobil bernomor polisi B 1732 ZLO menabrak tiang listrik.
Kepada penyidik, Suwandi menuturkan bahwa kecelakaan terjadi di jalanan beraspal saat hujan gerimis dan lampu penerangan jalan menyala saat kejadian.
Saksi kedua, Akrom, yang sedang menunggu penumpang sekitar lima meter dari lokasi, melihat kendaraan yang ditumpangi Setya Novanto menikung lalu menabrak pohon dan tiang listrik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL