Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan, Ketua DPR Setya Novanto tidak mendapat perlakuan khusus setelah dipindahkan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo ke rumah tahanan (rutan) mereka, Minggu (19/11/2017) tengah malam.
“Semua tahanan diperlakukan sama pada prinsipnya. Mengenai kesehatan tahanan juga mendapat perlakuan sama. Kalau ada keluhan sakit dan membutuhkan tindakan lanjutan, juga akan mendapat perlakuan sama,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.
Ia mengatakan, tersangka kasus dugaan korupsi dana KTP elektronik itu juga diperlakukan sama seperti tahanan lain saat kali pertama dijebloskan ke Rutan KPK.
Perlakuan sama yang dimaksud Febri ialah, Setnov terlebih dulu ditempatkan di sel isolasi. Ia akan menghuni sel isolasi selama tujuh hari ke depan.
Setelahnya, kata dia, Setnov baru akan ditempatkan ke sel biasa seperti tahanan kasus korupsi lainnya.
”Pertama di isolasi dulu, sama saja seperti tahanan lain. Di rutan juga ada klinik, nanti bisa digunakan untuk tahanan berobat,” tandasnya.
Sebelumnya, dalam konferensi pers KPK di RSCM, Direktur Utama RSCM dr Soejono mengatakan tak lagi ada indikasi Setnov memerlukan rawat inap.
”Sejak Jumat (17/11) lalu, pasien atas nama SN dikirim ke sini untuk dilakukan serangkaian pemeriksaan. Jumat sampai Minggu hari ini sudah dilakukan wawancara medis, pemeriksaan jasmani, dan lainnya untuk menyimpulkan kondisi kesehataannya,” kata dr Soejono.
”Dalam laporan tertulis kami, yang sudah diberikan kepada KPK, bahwa pasien SN sudah tak lagi ada indikasi untuk dirawat inap,” tegasnya.
Baca Juga: KPK: Setya Novanto Dinyatakan Sudah Sehat untuk Diperiksa
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
InJourney Airports Layani 4,41 Juta Penumpang hingga H1 Lebaran 2026
-
Jangkauan Rudal Iran Bisa Lintas Eropa dan Asia? AS dan Inggris Bereaksi
-
Jet F-16 Israel Dikabarkan Rontok di Iran, Klaim IRGC dan Bantahan Tel Aviv Jadi Sorotan
-
Lebaran, Prabowo Silaturahmi via Telepon dengan Erdogan hingga Mohammed bin Salman
-
Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil
-
Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas
-
Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera
-
MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI
-
Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak
-
Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak