Suara.com - Penyidik Subdit Keamanan Negara (Kamneg) Ditreskimum Polda Metro Jaya telah menerima pengajuan penangguhan penahanan Andreas Tjahjadi, rekan bisnis Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno yang telah berstatus tersangka dalam kasus penggelapan penjualan sebidang tanah di Jalan Curug Raya, Tangerang Selatan, Banten tahun 2012.
"Jadi berkaitan dengan pengajuan penangguhan penahanan tersangka Andreas Tjahjadi itu sedang diajukan ya. Baru diterima Polda Metro Jaya dan tentunya pengajuan itu adalah hak yang diatur oleh Undang-undang," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Senin (27/11/2017).
Namun, Argo tak menjelaskan secara rinci kapan penangguhan penahanan itu diajukan pengacara Andreas. Dia hanya menyampaikan, saat ini penyidik sedang menelaah permohonan penangguhan penahanan tersebut.
"Yang terpenting bahwa sudah diajukan ya. yang terpenting sudah diajukan dan sedang dinilai oleh penyidik," kata dia.
Argo juga tak bisa menerangkan alasan Andreas mengajukan permohonan kepada polisi setelah ditahan pada Rabu (15/11/2017) malam. Mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur itu mengatakan pengajuan penanggguhan penahanan itu merupakan hak setiap tersangka yang diatur oleh Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
"Ya sesuai dengan hak ya. Sesuai dengan undang-undang. Namanya penangguhan itu diperbolehkan," katanya.
Argo juga menambahkan tak ada batasan waktu bagi polisi untuk mengkaji permohonan penangguhan Andreas. Dia pun menyampaikan, penyidik memilik kewenangan subjektik untuk bisa mengabulkan atau tidak permohonan tersebut.
"Tidak ada batas waktu kapan, tidak ada di situ. Jadi nanti penyidik yang menilai apakah dikabulkan atau tidak di situ," kata dia.
Kasus yang ditangani Polda Metro Jaya merupakan laporan Fransiska Kumalawati Susilo yang menjadi penerima kuasa Edward Soeryadjaja dan Djoni Hidayat. Selain Andreas, Fransiska juga melaporkan Sandiaga dalam kasus yang sama.
Baca Juga: Sandiaga Uno Turut Berduka atas Meninggalnya Laila Sari
Andreas dan Sandiaga juga kembali dilaporkan Fransiska terkait kasus dugaan pemalsuan kuitansi. Kasus ini masih berkaitan dengan kasus yang pertama tentang dugaan penggelapan tanah.
Berita Terkait
-
Sandiaga Uno: Saya Sudah Pengalaman dengan Dewi Perssik
-
Alexis Jadi 4Play? Sandiaga: Jangan Suudzon, Mungkin Sudah Tobat
-
Sandiaga Persilakan Eks Pendemo Anti Ahok Pakai Monas untuk Reuni
-
Dirinya Pernah Salah Ucap, Sandiaga Mau Ganti Nama Program Ini
-
Forum Dakwah Minta Sandi Fokuskan Anggaran ke Pendidikan Mental
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran
-
Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!
-
Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal
-
Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!
-
Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia
-
Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo
-
Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya
-
Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045
-
Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional
-
Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!