Suara.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menutup objek wisata Gunung Galunggung untuk menghindari ancaman bahaya angin kencang terhadap pengunjung.
"Keputusan ini diambil karena adanya intensitas angin yang kencang," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, EZ Alfian kepada wartawan, Kamis.
Ia menuturkan, penutupan wisata unggulan di Tasikmalaya itu untuk menghindari berbagai bahaya dampak angin kencang yang menerjang wilayah Tasikmalaya.
BPBD, lanjut Alfian, telah melakukan kesepakatan dengan jajaran kepolisian dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kesepakatan dalam menutup wisata tersebut.
"Kondisi angin cukup mengkhawatirkan, makanya sepakat dengan Polres dan dinas pariwisata untuk ditutup," katanya.
Terkait batasan waktu penutupan, Alfian menyampaikan, belum dapat dipastikan hingga kondisi angin kembali normal.
"Belum dapat dipastikan kapan penutupan berakhir karena menyeseuaikan dengan kondisi cuaca," katanya. Sejak Kamis pagi angin cukup kencang melanda wilayah Kabupaten Tasikmalaya, hingga mengakibatkan beberapa pohon tumbang, serta bangunan tidak permanen di Gunung Galunggung rusak diterjang angin.
"Warga yang ada di sana juga dievakuasi karena bahaya," katanya. [Antara]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh
-
Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru
-
Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana
-
Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat
-
Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru
-
May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut
-
Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi
-
Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade
-
Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya
-
Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu