Suara.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara dengan Paus Fransiskus, mengenai keputusan terbaru AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Dalam perbincangan telepon itu, Kamis (7/12/2017), Erdogan menekan negara Palestina yang bebas dan merdeka serta memiliki ibu kota Yerusalem Timur dan perbatasan sesuai kesepakatan pra-1967 adalah hal mutlak.
Semua persyaratan itu, seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (8/12), diklaim Erdogan sebagai yang dibutukan untuk kedamaian dan stabilitas di kawasan itu.
Erdogan menyampaikan terima kasih kepada Paus yang pada Rabu (6/12) menyerukan agar semua menghormati status quo Yerusalem.
Sebelum Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pemindahan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem, Paus mengimbau agar semua pihak menghormati resolusi PBB terkait Yerusalem.
Erdogan dan Paus setuju, bahwa semua upaya untuk mengganti status Yerusalem harus dihindari karena kota itu penting dan suci bagi umat Muslim, Yahudi dan Kristen.
Setelah pengumuman Trump itu, berbagai demonstrasi dilakukan di seluruh dunia, termasuk di kawasan Palestina, Turki, Mesir, Yordania, Tunisia, Aljazair, Irak, Indonesia dan lain-lain.
Pemerintah AS diimbau agar segera membatalkan keputusan mereka itu dan mematuhi resolusi dan hukum yang berlaku.
Yerusalem masih menjadi poros konflik berkepanjangan Israel-Palestina, karena rakyat Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara mereka di waktu yang akan datang.
Baca Juga: Arteria Dahlan Curigai Penetapan Tanggal Sidang Kasus Setnov
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
'Pesta Babi' Ungkap Realitas Kelam, Kader PDIP: Jika Film Itu Tidak Bagus, Sediakan Ruang Debat
-
Mengapa Aparat Takut dengan Film 'Pesta Babi? Dokumenter yang Menguak Sisi Gelap Proyek di Papua
-
Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel
-
Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?
-
Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
-
Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?
-
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!
-
Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga
-
Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara
-
Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu