Suara.com - Tim penjinak bom atau Jihandak dari satuan Gegana Brimob Polri telah menyisir semua sudut Gereja Katedral di Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (24/12/2017).
Sterilisasi itu dilakukan untuk memastikan keamanan Gereja dalam rangka persiapan Misa Natal yang akan dimulai nanti malam.
Penjaga Keamanan Gereja Katedral, L. Jefri mengatakan sterilisasi gereja telah dilakukan pada pukul 05.30 pagi tadi. Tim Gegana menyisir semua sudut gereja selama kurang lebih 40 menit.
"Tadi pagi ada sembilan orang tim Gegana melakukan sterilisasi, semua sudut disisir," kata Jefri kepada suara.com.
Setelah sterilisasi, pukul 07.00 pagi ibadah Misa Mingguan di laksanakan. Namun Misa Mingguan kali ini berbeda dari sebelumnya.
Misa Mingguan biasanya dilakukan tiga sesi, yakni antara pukul 06.00, 7.30, 09.0 dan 11.00 Wib. Namun hari ini hanya satu kali yaitu pukul 07.00 Wib.
"Khusus hari ini ibadah mingguan hanya satu kali saja, jam 07.00 tadi, karena persiapan Misa Malam Natal nanti," ujar diaa.
Baca Juga: Gegana Tangani Koper Mencurigakan, Isinya Benar-benar Mengejutkan
Sementara itu, di depan Gereja Katedral tampak tiga mobil Gegana parkir dan sejumlah aparat Kepolisian telah berjaga-jaga untuk pengamanan Natal. Pagi hingga siang ini Gereja masih sepi dari jaamat, sebab belum ada kegiatan ibadah Misa Natal.
Sebagaimana diketahui, Gereja Katedral adalah salah satu Gereja terbesar umat Khatolik di Indonesia atau bisa dikatakan Gereja Nasional umat Khatolik. Gereja ini terletak bersebelahan dengan Mesjid Negara Istiqlal.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa
-
Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra
-
KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?