Suara.com - Ketua Penyelenggara Pengajian Masjid Nurul Falah PLN Distribusi Jakarta Raya, M. Ismed Suryanegara, mengungkapkan alasan membatalkan acara ceramah yang menghadirkan Ustadz Abdul Somad, hari ini.
"Karena informasi yang kami sampaikan kepada masyarakat melalui media sosial, khususnya spanduk masjid ini, sangat viral sekali, sehingga kekhawatiran dari kami kalau nantinya jamaah semakin banyak. Dan diperkirakan kalau ustadz tampil itu biasanya akan hadir minimal sekitar 3.000. Kalau ini sudah kami viralkan jauh jauh hari, kami menafsir jumlah peserta mencapai 5.000," ujar Ismed kepada Suara.com di kantor PLN Disjaya, Gambir.
Abdul Somad rencananya akan ceramah dengan tema: Membangun Ukhuwah untuk Kemajuan Ummat, mulai pukul 11.30 WIB hingga pukul 13.30 WIB.
Acara tersebut sebenarnya sudah disiapkan sejak dua bulan yang lalu. Tetapi, perkembangan yang terjadi ternyata di luar dugaan sehingga panitia membatalkan acara di Nurul Falah dan acara dipindahkan ke Masjid Istiqlal.
"Kalau sudah mencapai 5.000 kami berpandangan bahwa tempat kami terbatas, parkir terbatas, masjid juga terbatas sehingga sarana-sarana lain juga terbatas. Sehingga kami mencoba kepada tim manajemen Ustadz Somad agar ini kita coba alihkan ke Istiqlal dan tadi malam kita sudah ngurus ke Istiqlal," kata Ismed.
Kekhawatiran lain panitia yaitu soal keamanan jamaah. Masjid berada di dekat gardu PLN.
"Jadi memang ini keputusan yang berat. Tapi demi karena di sini obyek vital di belakang ada gardu, saya khawatir saja kalau misalkan terjadi apa-apa kepada jamaah sehingga menyebabkan hal yang membahayakan," kata Ismed.
Ismed mengatakan pengalihan lokasi acara sudah diberitahukan kepada manajemen Ustadz Somad. Namun, manajemen ternyata memiliki pertimbangan lain sehingga terjadilah pembatalan acara.
"Namun dari tim manajemen Ustadz Somad punya pertimbangan lain sehingga pengalihan ini tidak bisa dilakukan. Dengan pertimbangan seperti itu hanya ada alternatif di teruskan di PLN apa dibatalkan. Sehingga saya selaku ketua penyelenggara dan ketua masjid melihat kondisi jamaah yang banyak seperti ini saya juga ada kekhawatiran sehingga untuk sementara kita tunda," tutur Ismed.
Setelah pembatalan acara, panitia menginformasi kepada jamaah, antara lain lewat selebar kertas. Selebaran berisi agenda ceramah Abdul Somad di Jakarta dan Tangerang Selatan.
"Kami memberikan informasi kepada jamaah yang hadir jadwal beliau yang ada di DKI dan Tangerang ada enam tempat , kami kebetulan dibatalkan, sehingga ada lima tempat yang memungkinkan jamaah untuk menghadiri langsung ceramah atau tausyiah dari beliau," kata dia.
Tag
Berita Terkait
-
Ustaz Abdul Somad Unggah Foto Bareng Jusuf Kalla, Singgung Soal 'Makar'
-
Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Das'ad Latif Tak Hadiri Undangan Presiden Prabowo, Ini Alasannya
-
Apa Hukum Minum Obat Penunda Haid agar Bisa Puasa Ramadan Penuh? Ini Kata Ulama
-
Apakah Boleh Memakai Lipstik di Bulan Ramadan? Ini Kata UAS hingga NU
-
UAS Turun Gunung Luruskan Berita OTT Gubernur Riau: Itu yang Betul
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
Terkini
-
Sekolah Iran di Tengah Perang: Tanpa Telepon, Internet Mati dan Kelas Hancur
-
Pemerintah Pastikan Tak Ada Penolakan Industri Terkait Kebijakan Label Nutri Level AD
-
Saiful Mujani Santai Meski Dilaporkan Makar: Kalau Harus Ditahan, Ya Tahan Saja
-
PM Lebanon: Israel Sengaja Incar Bunuh Wartawan Pakai Rudal
-
Eks Ketua Komnas Perempuan Soal Demokrasi RI: Kalau Kartini Lahir Sekarang, Bisa Dituduh Makar
-
Kemenlu RI Pastikan Sama Sikap dengan Malaysia dan Singapura Soal Tarif Selat Malaka
-
Kasus DKJA, KPK Panggil Dirjen Integrasi Transportasi dan Multimoda Kemenhub
-
Kabar Gembira! Besok Naik Transportasi Umum di Jakarta Cuma Bayar Rp1
-
Soal Kasus Guru Atun Dihina Siswa di Kelas, Komisi X DPR: Ini Tamparan Keras Dunia Pendidikan
-
Daya Beli Terancam Gegara Harga Naik, DPR Minta Pemerintah Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng