Suara.com - Universitas Bina Darma (UBD) Palembang, Sumatera Selatan, mengirim sejumlah dosen untuk melakukan pengecekan kondisi dan membantu mahasiswa korban ambruknya lantai mezanin di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta, Senin (15/1/2018) siang.
"Setelah menerima khabar mahasiswa yang sedang melakukan studi banding di BEI menjadi korban, langsung dibentuk tim dosen untuk ke Jakarta,” kata Humas Universitas Universitas Bina Darma Palembang, Rahmawati di Palembang.
Menurut dia, mahasiswa semester lima Program Studi Akuntansi ini pergi pada Minggu (14/1) pagi menggunakan bus pariwisata.
Rombongan mahasiswa itu berjumlah 90 orang, didampingi beberapa dosen untuk melakukan studi banding ke BEI dan sejumlah tempat lainnya.
Dalam peristiwa tersebut, tidak semua mahasiswa berada di lokasi kejadian. Berdasarkan data, hanya 50 orang yang melakukan kegiatan di BEI Jakarta.
Berdasarkan informasi yang dihimpun tim dosen yang ditugaskan ke Jakarta, dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa.
Namun, terdapat beberapa mahasiswa yang mengalami patah tulang leher dan kaki, serta terdapat 17 mahasiswa yang mengalami cedera dan luka ringan.
Mahasiswa yang mengalami cedera dan luka ringan setelah melakukan pemeriksaan dan pengobatan di sejumlah rumah sakit terdekat dari lokasi kejadian kini sudah bergabung kembali dengan rombongan.
Baca Juga: Dikira Bom, Direktur BEI Sempat Gotong Korban Selasar Ambruk
“Sedangkan mahasiswa yang mengalami patah tulang leher dan kaki, akan terus dilakukan pendampingan oleh dosen dan dipastikan mendapatkan perawatan dari rumah sakit secara maksimal hingga sembuh total,” tuturnya.
Berita Terkait
-
Perselisihan Rumah Tangga Dominasi Penyebab Perceraian di Indonesia
-
Sengkarut Tanah Tol: Kisah Crazy Rich Palembang di Kursi Pesakitan
-
Hakim PN Palembang Raden Zaenal Arief Meninggal di Indekos, Kenapa?
-
Hakim PN Palembang Raden Zaenal Ditemukan Tewas di Kos, Pernah Vonis Hukuman Mati ke 3 Orang
-
Mata Lebam Siswi SD di Palembang, Ibu Menangis Histeris Duga Anaknya Dianiaya di Sekolah!
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Prihatin atas Pengunduran Diri Uskup Bogor, Umat Katolik Gelar Aksi di Kedutaan Vatikan
-
Cegah Penyakit Sejak Dini, Menkes Budi Tekankan Pentingnya Cek Kesehatan Rutin untuk Pekerja
-
Bertemu Mensos, Rieke Diah Pitaloka Dorong Akurasi Data Tunggal Nasional
-
Mensos Gus Ipul: BPJS PBI Pasien Penyakit Kronis Aktif per Hari Ini
-
Silaturahmi dengan Ulama Aceh, Kasatgas Tito: Pentingnya Dukungan Spiritual bagi Korban Bencana
-
Pemerintah Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Selama Ramadan, 35 Juta Keluarga Jadi Sasaran
-
Iuran Rp17 Triliun! Masyumi Beri Syarat Ketat ke Prabowo Soal Gabung 'Board of Peace' Donald Trump
-
Lampu Hias Semanggi Tiga Kali Raib, Pramono Bongkar Biang Keladi Lemahnya Pengawasan di Jakarta
-
Pemerintah Siapkan Stimulus Rp911 Miliar untuk Diskon Tiket Mudik Lebaran
-
Analis Sebut Pidato Berapi-api Jokowi untuk PSI Sebagai Blunder Politik