Suara.com - Sedikitnya 27 orang tewas dan 64 cedera dalam sebuah bom bunuh diri kembar di pusat Baghdad pada Senin, serangan paling mematikan tahun ini di ibu kota Irak, kata pejabat kementerian dalam negeri.
Dua orang meledakkan rompi bahan peledak di Aviation Square, sebuah distrik komersial dan titik berkumpul untuk pekerja harian mencari pekerjaan, puluhan di antaranya terbunuh dan terluka, menurut pejabat tersebut.
Irak mengumumkan kemenangan atas kelompok IS bulan lalu yang menguasai hampir sepertiga dari negara tersebut pada tahun 2014. Namun, IS terus melakukan serangan dan pemboman di Baghdad dan berbagai wilayah di negara tersebut.
Kementerian luar negeri Jerman mengutuk serangan yang menghancurkan di Baghdad dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga mereka yang terbunuh.
Serangan di Aviation Square adalah salah satu yang paling mematikan di Baghdad sejak sebuah bom truk menewaskan setidaknya 324 orang di distrik komersial Karrada pada Juli 2016.
Pemboman Karrada adalah serangan tunggal paling mematikan di Irak sejak invasi pimpinan Amerika Serikat pada 2003 yang menggulingkan Saddam Hussein.
Sebelumnya pada Kamis (4/1), sebagaimana dilaporkan Xinhua, Pasukan keamanan Irak menewaskan seorang pemimpin terkenal IS di Provinsi Diyala, Irak Timur, sementara militer Irak mulai mundur dari daerah kota di provinsi tersebut.
Dinas Intelijen Irak, yang bertindak berdasarkan laporan intelijen, menewaskan pemimpin IS di Provinsi Diyala --yang dijuluki Abu Ayed-- selama operasi di satu daerah di gugusan Gunung Himreen di sebelah utara Ibu Kota Provinsi Baquba, yang terletak sekitar 65 kilometer di sebelah timur-laut Ibu Kota Irak, Baghdad, kata Sadig Al-Husseini, Kepala Komite Keamanan Provinsi.
Sementara itu, prajurit militer Irak pada Kamis mulai mundur dari kota besar dan kecil di Diyala ke daerah di luar daerah permukiman sejalan dengan keputusan pemerintah untuk mengalihkan fail keamanan ke pasukan polisi, kata Awad Ar-Rubaie, Kepala Komite Keamanan Kota Kecil Abu Saida.
"Militer melaksanakan penarikannya dari Abu Said, sekitar 25 kilometer di sebelah timur-laut Baquba, setelah lebih dari 10 tahun," kata Ar-Rubaie kepada Xinhua.
Pasukan militer Irak akan menarik personel dari kota besar dan kota kecil sesuai dengan penilaian situasi keamanan internal mereka setelah memastikan kehadiran pasukan pengganti polisi ditempatkan, tambah Ar-Rubaie.
Kendati operasi militer sering dilancarkan di Provinsi Diyala, sisa anggota IS masih bersembunyi di daerah terjal di dekat perbatasan dengan Iran di provinsi Suriah Timur, serta daerah yang membentang dari bagian barat Diyala ke daerah Pegunungan Himreen. (Antara)
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Materi Pencegahan LGBTQ Masuk Sekolah, Pengamat Ingatkan Guru Jangan Menghakimi Siswa
-
Posisi Cermin di Kamar Tidur Baiknya di Mana? Ini Penjelasan Ahli Interior dan Feng Shui
-
4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
-
Usai Dibungkam Vietnam, Herdman Kirim Pesan Emosional untuk Suporter Timnas Indonesia
-
Dibungkam Vietnam 0-3, Peluang Indonesia ke Semifinal AFF 2026 Kian Berat
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang