Suara.com - Polda Metro Jaya mengusulkan agar Pemprov DKI Jakarta mebambah jalur khusus sepeda di jalan-jalan protokol ibu kota.
Usulan itu dilontarkan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Komisaris Besar Halim Paggara, setelah adanya aksi tabrak lari yang menewaskan Raden Sandy Syafiek, produser Rajawali TV.
Sandy meninggal dunia di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (10/2) akhir pekan lalu, setelah ditabrak mobil Dodge Journey.
"Sekarang bisa kami tanya pemprov, apakah sanggup dari pemprov, anggarannya untuk membuat semua lajur sepeda," kata Halim Paggara di Polda Metro Jaya, Senin (12/2/2018).
Halim mengatakan, terdapat sejumlah jalan di Jakarta yang bisa dipergunakan warga untuk bersepeda. Namun, jalur sepeda tersebut masih terbilang sedikit.
"Ada beberapa tempat yang sudah miliki lajur sepeda," terangnya.
Dia mencontohkan jalan besar seperti Jalan Gatot Subroto, bisa dipergunakan untuk pesepeda, walau tak ada marka tertentu yang dipasang di jalan tersebut.
Menurutnya, sepanjang sepeda melintas di jalur kiri, tetap diperbolehkan melintas.
"Bisa (melintas) tidak ada batasan. Semua kendaraan berkecepatan rendah memang harus di sebelah kiri," katanya.
Baca Juga: Negara Diingatkan Kelola Listrik agar Tarifnya Stabil
Kecelakaan yang menewaskan Sandy terjadi saat korban sedang bersepeda. Dalam kasus ini, MJ, pengendara mobil Dodge Journey telah ditetapkan sebagai tersangka.
Pria yang berprofesi sebagai pengacara itu resmi ditahan setelah menyerahkan diri.
Tersangka dijerat Pasal 310 Undang Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Mahfud Sebut Diskusi Reformasi Polri dengan Prabowo Berlangsung Hangat dan Mengasyikkan
-
Reformasi Polri: Kompolnas Bakal Diperkuat Jadi Lembaga Independen dengan Kewenangan Eksekutorial
-
Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN
-
Misteri Sopir Minibus Tewas Membiru di Cengkareng: Mesin Masih Menyala, Ada Obat-obatan di Dasbor
-
Penampakan Baju Lumat Andrie Yunus, Bukti Kejam Anggota BAIS di Persidangan
-
Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun
-
Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini
-
Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini