Suara.com - Partai Hanura mendeklarasikan Wiranto sebagai bakal calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2019, Kamis (22/2/2018).
Wiranto kekinian menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Hanura, sekaligus Menteri Koordinator Bidang Politi Hukum dan Keamanan RI.
Namun, Direktur Eksekutif Rico Marbun mengatakan deklarasi tersebut belum memberikan dampak positif serta keuntungan bagi Partai Hanura.
"Menurut saya, belum ada keuntungan politiknya, baik itu Hanura ataupun Pak Wiranto. Bagaimana kalau ternyata menjelang setelah akhir 2018, suara Pak Jokowi di bawah 20 (persen) dan terus menurun. Kan rugi yang mau jadi cawapresnya. Dilihat saja dulu," ujar Rico di Restoran Bumbu Desa, Cikini, Jakarta, Kamis (22/2/2018).
Tak hanya itu, Rico menyarankan setiap partai yang ingin mendeklarasikan bakal cawapres lebih dulu menimbang elektabilitas bakal capres.
Ia lantas mengingatkan Partai Hanura untuk tidak tidak terburu-buru mendeklarasikan Wiranto sebagai bakal cawapres.
"Menurut saya, jangan terburu-buru mendeklasikan ’si A’ atau ’si B’ pun ’si C’. Deklarasikan saja jadi bakal capres siapa tahu bisa menang," tandasnya.
Berita Terkait
-
Habib Rizieq dan Ustaz Somad Masuk Bursa Capres Versi Median
-
Novel Baswedan Diminta Berdoa agar Tuhan Buka 'Pintu Hati' Jokowi
-
Belum Mau Teken UU MD3, Jokowi: Semua Tak Mau Demokrasi Mundur
-
Zikir Bareng Ulama, Jokowi Berharap Tak Ada Hoaks selama Pilkada
-
KPK Bakal Sambut Kepulangan Novel Baswedan di Bandara
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Bukan Cuma Padamkan Api, Damkar Lamsel Berhasil Bujuk Anak Bengkulu yang Nekat Kabur ke Jakarta
-
Tepis Isu Intimidasi, Dudung Sebut Presiden Prabowo Terbuka pada Kritik: Jangan Dipelintir!
-
Romy PDIP: Putusan MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pembangunan IKN Harus Realistis dan Strategis
-
Bakom RI: Ekonomi Sumatra Pascabencana Mulai Pulih, Transaksi UMKM Tembus Rp13,2 Triliun!
-
Waspada Malaria Monyet Mengintai: Gejalanya Menipu, Bisa Memperburuk Kondisi dalam 24 Jam!
-
Mahfud MD Bongkar Fenomena 'Peradilan Sesat': Hakim Bisa Diteror hingga Dijanjikan Promosi Jabatan
-
Soal Pemindahan Ibu Kota ke IKN, Politikus PKB Tegaskan Putusan MK Jadi Rujukan Final
-
Ajarkan Seni Debat, Gibran Bagikan Tips Khusus ke Siswi SMAN 1 Pontianak yang Dicurangi Juri LCC
-
Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?
-
Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya