Suara.com - Seorang ulama di Inggris, menjadi korban pelecehan rasialis di kereta listrik. Namun, bukannya marah dan menuntut secara hukum, ia justru membuat surat pernyataan maaf yang inspiratif.
Selain sebagai ulama, Hafidh Muhammad Ehsan Ullah juga dikenal luas di Inggris sebagai ilmuwan yang mendirikan sekaligus menjadi Kepala Sekolah Etika Islam dan Reformasi Moral.
Ia banyak menggelar kuliah mengenai kekejaman gerombolan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), untuk para pemuda lintas agama di Pusat Kajian Al Hira, Luton.
Namun, Sabtu (17/2) malam pekan lalu, saat ia menaiki kereta listrik sepulang memberi kuliah di Farringdon ke Luton, Hafidh justru mendapat pelecehan.
Peristiwa itu, seperti dilansir Metro.co.uk, Kamis (22/2/2018), bermula saat ia menyerahkan kursinya di kereta kepada dua perempuan yang tak mendapat tempat duduk.
Setelahnya, Ehsan berjalan ke gerbong lain yang masih memunyai tempat duduk kosong.
Ia kemudian duduk dan kembali baca buku yang dibawa. Saat itulah ia mendapat tatapan dari orang asing
"Dia memelototiku dengan penuh amarah di seluruh wajahmya. Kupikir dia pasti mengalami hari yang buruk di kantor atau berdebat dengan istrinya. Ya, kita semua pernah merasakannya," tutur Ehsan.
Karenanya, Ehsan memutuskan tak meladeni orang tersebut dan terus khusyuk membaca buku.
Baca Juga: Kronologi Rampok Komunitas Gay yang Hampir Perkosa Pria di Kemang
Namun, Ehsan kaget karena sekelompok orang itu mendadak berdiri dan mengerubunginya sembari berteriak-teriak mencaci maki.
"Dia mengomel dan mengoceh bahwa seseorang yang terlihat sepertiku—dengan jenggot dan kepala yang tertutup kopiah—seharusnya tidak diizinkan duduk di kereta sementara tentara Inggris diserang di Irak dan Afghanistan," tuturnya.
Imam Ehsan tetap tenang dan mencoba baik-baik membicarakan tuduhan sekelompok orang tersebut. Namun, mereka tetap berteriak mencaci.
Ketika itu, klaim Ehsan, tak ada penumpang lain yang melakukan pembelaan. Semua tetap diam, karena takut menjadi sasaran amarah sekelompok rasialis tersebut.
Setelah peristiwa itu, ia menulis surat terbuka yang menjadi viral dan dipuji banyak warga Inggris.
Berikut suratnya tersebut:
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Never-Ending Summer: Drama dengan Opening Bergaya Donghua yang Colorful
-
Mobil Listrik Makin Ramai, Changan Hadirkan Deepal S05 dan Nevo Q05 di Medan
-
Tarif Ojol untuk Antar Barang dan Makanan Bakal Diatur Kemkomdigi, Ini Aturannya
-
Lagu 'Bella Ciao' Bercerita Tentang Apa? Dinyanyikan Massa Demo BEM UI di Bundaran HI
-
Detik-Detik Mobil SPPG Magetan Terguling Usai Hantam Tiang Wi-Fi
-
Skandal Rasisme Media Inggris, Kemarahan Rakyat di Balik Kematian Profesor Cambridge
-
81 Tahun Indonesia Merdeka, Mengapa Kita Masih Takut Menatap Masa Depan?
-
Sudah Akui Terima Duit Tambang, Bebizie Belum Juga Kembalikan Uang ke KPK
-
7 Sifat Belah Ketupat dan Rumus Menghitung Luas serta Kelilingnya
-
Ungkap Terima Kasih ke Barca, Ferran Torres Mulai Babak Baru Bersama PSG