Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla, sang istri, 7 menteri Presiden Jokowi, dan banyak pejabat negara, ramai-ramai memberikan harta pribadinya untuk dilelang oleh irektorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan.
Meski bertujuan filantropik, terdapat kritik terhadap aksi pelelangan yang bakal digelar pada Rabu (28/2) itu. Sebab, aksi tersebut mengingatkan pada gerakan ‘sumbang emas’ pada masa krisis moneter 1998 silam.
“Jadi ingat Mbak Tutut (Siti Hardiyanti Rukmana) saat krismon, yang mengimbau masyarakat sumbangkan emas dan perhiasan untuk selamatkan keuangan negara,” tutur anggota Ombudsman RI Alvin Lie dalam pernyataan tertulis kepada Suara.com, Senin (26/2/2018).
Alvin bukan tanpa alasan membandingkan aksi pelelangan JK dan anggota kabinet Jokowi dengan imbauan Tutut—yang ketika era krisis moneter (krismon) 1998 menjabat Menteri Sosial—agar warga menyumbangkan perhiasan emasnya kepada negara.
Menurutnya, pelelangan barang koleksi pribadi JK dan para menteri itu belum memunyai tujuan jelas.
“Hasil Lelang akan digunakan utk apa? Membiayai APBN? Sudah sedemikian parah kah keuangan negara? Karena dalam brosur pelelangannya tak dijelaskan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, karena pelelangan itu menggunakan jalur resmi Kementerian Keuangan, maka hasil lelang diasumsikan masuk penerimaan negara bukan pajak (PNPB) dan bakal dipergunakan melalui mekanisme APBN.
Namun, sambungnya, pelelangan itu bakal menjadi masalah kalau ditujukan bukan untuk menghasilkan PNPB.
“Kalau bukan untuk menghasilkan PNPB, kenapa menggunakan jalur Kemenkeu? Itu berpotensi maladministrasi,” tegasnya.
Baca Juga: Selain Film, Bluebell Juga Hadir Dalam Bentuk Novel
Alvin menjelaskan perbedaan pelelangan barnag-barang pribadi pejabat itu dengan pelelangan biasa. Dalam pelelangan biasa, membuka peluang bagi calon pembeli untuk menawar setinggi-tingginya di atas harga pasaran.
Sementara dalam konsep pelelangan yang dilakukan Kemenkeu tersebut, barang-barang yang ditawarkan melekat dengan status si pemilik sebagai pejabat negara.
”Lagi pula, hasil penjualan lelang kembali kepada pejabat pemilik barang. Patut diantisipasi calon pembeli menawar tinggi di atas harga pasar, karena punya pamrih terhadap pejabat pemilik barang. Dalam hal ini, sangat terbuka peluang gratifikasi,” terangnya.
Selain itu, Alvin juga mengkritik brosur yang dikeluarkan Direktorat Lelang DJKN tak memuat penjelasan peraturan dan tujuan pelelangan tersebut.
”Kalau untuk mempromosikan Hari Lelang Nasional, apakah tidak ada cara lain yang lebih elegan? Tidak menyerempet maladministrasi dan gratifikasi? Lagi pula, sejak kapan ada Hari Lelang Nasional? Maaf, saya benar-benar baru hari ini tahu ada Hari Lelang Nasional,” tandasnya.
Lelang Kain hingga Sepatu
Dalam pelelangan yang dikritik Alvin tersebut, Wapres JK dan sang istri, Mufidah Kalla, bakal melelang 21 barang koleksi pribadi.
Berikut 21 barang pribadi JK dan Mufidah yang bakal dilelang:
- Kain Tenun Alor NTT milik Mufidah Kalla. Berwarna kuning kombinasi hitam dan bernilai milit Rp500 ribu.
- Selendang tenun khas Bali berwarna ungu, Rp500 ribu
- Sepasang sarung Makassar berwarna hijau bergaris perak dan merah. Dilelang seharga Rp500 ribu.
- Kain songket Sumatera Barat Henni Adli berbahan sutra, Rp2,1 juta.
- Kain tenun Bajawa NTT berwarna hitam-emas, Rp500 ribu.
- Kain batik tulis Pesisir berwarna hitam bercorak bunga, Rp500 ribu.
- Kain tenun NTT berwarna merah muda bercorak, Rp500 ribu
- Kain tenun Bali berwarna biru, Rp500 ribu
- Dua helai kain Sasarangan berwarna hitam kombinasi, Rp500 ribu.
- Kain Karawo Gorontalo Rp500 ribu
- Baju Muslim sutera berwarna merah bercorak bunga, Rp500 ribu
- Bahan bordir berwarna biru bermotif bunga-bunga, Rp500 ribu
- Baju sutear berwarna biru kombinasi putih, Rp500 ribu
- Baju kurung songket Sumbar berwarna cokelat kombinasi emas, Rp500 ribu
- Dasi merek Hugo Boss Rp500 ribu
- Dasi merek Hermes berwarna merah, Rp500 ribu
- Sepatu selop berhak tinggi 6 cm merek Etienne Aigner, Rp500 ribu
- Sepatu kulit pantovel merek Etienne Aigner, Rp500 ribu
- Sepatu kulit berhak tinggi 6cm merek Aerosoles, Rp500 ribu
- Sepatu merek JK Collection Rp500 ribu
- Sepatu kulit berhak tinggi merek Gucci Rp500 ribu.
Selain JK, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi, dan Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno, juga ikut menjual barang pribadi.
Baju Kesayangan
Sri Mulyani dalam pelelangan tersebut bakal menjual satu baju batik tulis kesayangannya.
Baju batik ini sering dipakai Ani selama menjalani tugas sebagai 'pembantu' Jokowi.
Berita Terkait
-
Tiga Srikandi Jokowi Lelang Harta Pribadi, Sri Mulyani Jual Baju
-
21 Barang Pribadi JK yang Dilelang, Ada Sepatu Gucci Rp500 Ribu
-
JK dan 7 Menteri Jokowi Lelang Barang Koleksi Pribadi, Minat?
-
Total Kerugian Penyelundupan Lobster Sampai Ratusan Miliar
-
Sri Mulyani Ungkap Penyelundupan 71.982 Lobster di Bandara Soetta
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan