Suara.com - Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga mengatakan sudah menerima surat dari PT Perusahaan Listrik Negara terkait pemadaman listrik yang terjadi di Balai Kota dan sekitarnya pada Kamis (15/3/2018). Listrik pun dimatikan PLN.
"Kalau tadi ada pemadaman sedikit itu karena kami menerima surat dari PT PLN bahwa Balai Kota dan sekitarnya ada temuan inspeksi terhadap Cubicle Coroner. Gangguan yang harus ditindak lanjuti dan memang ada rencana pemadaman," ujar Sandiaga di Balai Kota, Jakarta, Kamis (15/3/2018) malam.
Pemadaman listik terjadi saat pengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta periode 2016-2021 di Balai Agung, Balai Kota, Jakarta, Kamis (15/3/2018).
Sandiaga berharap adanya pemadaman listrik tersebut semua pemangku kepentingan bertindak cepat untuk mengatasi pemadaman listrik tersebut.
"Gangguan teknis ini kami berharap ada sebuah perhatian khusus dari semua pemangku kepentingan," kata dia.
Ia pun mengapresiasi penanganan cepat terkait pemadaman listrik yang berlangsung siang tadi. Karenanya ia berharap tidak ada pemadaman saat berlangsungnya perhelatan Asian Games 2019 mendatang.
"Karena alhamdulillah ini bisa tertangani dengan cepat dan bisa terantisipasi. Karena kita akan masuk ke prosesi Asian Games, karena alangkah sangat riskannya kalau misalnya ada di pertandingan, kita mengalami sebuah kejadian yang sama. Dan kami juga sudah mendapat masukan dari teman-teman OK OCE dari berbagai tempat ini ada kekhawatiran yang sama,"
Tak hanya itu, Sandiaga meminta semua pemangku kepentingan di sektor energi bekerja sama untuk memastikan kesiapan dalam menghadapi Asian Games.
"Dalam rangka memastikan ini, saya rasa sektor energi nanti bekerja sama dengan PLN bisa pastikan ciptakan lapangan kerja di sektor energi ini. Keadaan untuk kesiapan sektor energi khususnya untuk menghadapi Asian Games," tandasnya.
Baca Juga: Sandiaga Sebut Perda Larangan Becak Masih Dibahas
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Kronologi Donald Trump dan Istri Dievakuasi, Tembakan Meletus di Gedung Putih
-
Apresiasi Daerah Berprestasi 2026 Digelar, Mendagri Dorong Iklim Kompetitif Antardaerah
-
APPMBGI Ingatkan Potensi Tekanan Pasokan Pangan Imbas Program MBG
-
Presiden Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan dan Blokade
-
Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!
-
Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan
-
Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu
-
Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!
-
WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun
-
Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat