Suara.com - Duta Besar Arab Saudi, Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi, meminta pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk memahami dan menghargai sistem hukum di negaranya, terkait hukuman mati terhadap seorang tenaga kerja asal Indonesia karena didakwa melakukan pembunuhan.
"Kami mempunyai hukum sendiri yang didasarkan atas kitab suci Al Quran dan Hadist, yang berlaku untuk semua orang tanpa kecuali, baik warga negara Arab Saudi ataupun orang asing. Jadi saya meminta pemerintah dan warga Indonesia untuk menghormatinya," kata Osama, kepada sejumlah wartawan, pada Rabu malam di Jakarta (21/3/2018).
Sebelumnya pada Minggu lalu, otoritas Arab Saudi mengeksekusi mati seorang pria asal Madura bernama Muhammad Zaini Misrin setelah menahan sang terdakwa selama hampir 14 tahun karena kasus pembunuhan. Vonis mati terhadap Zaini sudah dijatuhkan pengadilan setempat sejak tahun 2008.
Presiden Joko Widodo dikabarkan telah dua kali meminta pemerintah Arab Saudi untuk melakukan penundaan eksekusi terhadap Zaini, namun berakhir nihil karena keluarga korban tidak memaafkannya. Berita kematian Zaini juga ditanggapi dengan kecaman keras oleh lembaga pembela hak migran seperti, Migrant Care, yang menilai hukuman tersebut melanggar hak asasi manusia.
Namun Osama mengatakan bahwa setiap negara mempunyai hukum masing-masing yang tidak boleh diganggu gugat. Sang duta besar bahkan mencontohkan bagaimana keputusan hukum Indonesia yang serupa.
"Beberapa tahun lalu, Indonesia juga melakukan eksekusi mati terhadap para pengedar narkoba dengan kewarga-negaraan asing. Saat itu negara-negara asal diharuskan menghormati hukum di Indonesia, demikian pula saat ini," kata Osama.
Terkait nasib Zaini, Osama menyampaikan bela sungkawa yang mendalam terhadap keluarga yang ditinggalkan di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur maupun bagi keluarga korban di Arab Saudi.
Selain itu, dia juga mengaku telah bertemu dengan Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Kementerian Luar Negeri Indonesia, Desra Percaya, untuk mengkomunikasikan persoalan hukuman mati bagi Zaini.
"Saya hanya berada dalam posisi mendengarkan apa yang disampaikan oleh Bapak Desra yang mewakili pemerintah Indonesia. Saya tidak akan berkomentar banyak soal itu," kata Osama.
Arab Saudi adalah negara yang sering kali mendapat kritikan tajam dari komunitas internasional karena memberlakukan hukuman mati dengan intensitas yang sangat tinggi. Data dari organisasi pembela hak asasi manusia, Reprieve, menunjukkan bahwa sudah lebih dari 130 orang yang dipancung di negara tersebut sejak pertengahan tahun lalu.
Saat ini, ada 20 orang tenaga kerja asal Indonesia yang sudah divonis hukuman mati dan menunggu eksekusi. Sebagian besar di antara mereka terkena kasus pembunuhan sementara yang lainnya karena dituding melakukan sihir.
Sementara itu Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Muhammad Lalu Iqbal, mengatakan bahwa pihaknya memang kesulitan melakukan bantuan hukum terhadap warga Indonesia di Arab Saudi, terutama sebelum tahun 2011 - seperti yang terjadi pada Zaini.
Saat itu, kata Lalu, para terdakwa seringkali tidak didampingi oleh penerjemah dan dipaksa untuk menandatangani surat pernyataan yang tidak diketahui isinya. (Antara)
Berita Terkait
-
Prediksi Spanyol vs Arab Saudi: Head to Head, Susunan Pemain, dan Fakta Menarik
-
Lamine Yamal Jadi Starter, Prediksi Lini dan Taktik Spanyol vs Arab Saudi
-
Start Apik di Piala Dunia 2026, Salem Al-Dawsari Syukuri Hasil Imbang Lawan Uruguay
-
Kenapa Bendera Arab Saudi Tak Boleh Sentuh Tanah di Piala Dunia 2026?
-
Pernah Dibobol Ragnar Oratmangoen, Kiper Arab Saudi Sabet Rekor Saves Terbanyak di Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno