Suara.com - Penyanderaan berdarah, diduga bermotif perampokan, terjadi di Jalan Karang Tengah Raya, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (5/4/2018).
Korban adalah seorang kakek berusia 71 tahun yang belakangan diketahui bernama Hunaedi.
”Diduga dirampok. Tapi ketika dikepung warga, orang yang membunuh belum tertangkap. Korban dibunuh memakai celurit, sewaktu dia salat Magrib,” kata Nasir, warga yang berada di lokasi, Kamis malam.
Ketika penyanderaan itu diketahui warga, Hunaedi masih hidup meski terluka parah. Namun, karena banyak mengeluarkan darah, Hunaedi akhirnya meninggal dunia.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan, perampokan itu terjadi pada pukul 20.10 WIB.
"Iya korban akhirnya meningggal," kata Argo.
Pria berusia 71 tahun itu diduga meregang nyawa karena banyak mengeluarkan darah akibat luka-luka di bagian perut.
Ia menuturkan, Hunaedi sehari-hari bekerja sebagai marbut atau pengurus masjid di sekitar rumah.
"Kami belum tahu apakah itu pembunuhan atau perampokan ya. Dibunuh dengan apa juga masih kami cari," kata Argo.
Baca Juga: Gerai Resto Ini Sajikan Ayam Probiotik, Apa Manfaatnya?
Berita Terkait
-
Diduga Dirampok, Pria Tua di Lebak Bulus Tewas Kehabisan Darah
-
Diduga Dirampok, Kakek 71 Tahun Bersimbah Darah di Lebak Bulus
-
Ahli Racun Dilibatkan Bongkar Kematian Warga Akibat Miras Oplosan
-
Perampok GrabCar Ditembak Mati karena Ingin Kabur saat Ditangkap
-
Remaja Ini Kena Hukuman 241 Tahun Dipenjara
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan