Suara.com - Tujuh anggota komplotan perampok dengan sasaran taksi online berhasil diringkus aparat Kepolisian Polres Kota Tangerang di Lampung. Dari penangkapan tersebut, seorang pelaku meregang nyawa setelah timah panas petugas mengakhiri hidupnya, lantaran berusaha melawan petugas saat diamankan.
Sepak terjang komplotan perampok yang terkenal sadis ini bermula saat aksi perampasan angkutan kendaraan berbasis online pada Sabtu, 24 Maret 2018 pukul 23.30 WIB di Jalan Tol Jakarta Merak, Jayanti, Tangerang yang dialami oleh Teddy Rianto (69) salah seorang supri Grab.
"Saat itu korban mendapatkan pesanan Grab yang dipesan oleh pelaku YK dan SY yang dipesan melalui telepon genggam hasil pencurian. Kemudian, setelah angkutan online ini tiba dilokasi pemesanan dan keduanya telah masuk mobil, ternyata mereka membatalkan pesanan dengan meminta diantarkan ke Cilegon," kata Kasat Reskrim Polres Kota Tangerang Kompol Wiwin Setiawan, Selasa (4/4/2018).
Untuk mengantarkan kewilayah Cilegon, keduanya menjanjikan korban dengan pembayaran Rp. 450 ribu. Tak lama kemudian, kedua pelaku meminta korban untuk memberhentikan mobil. Sesaat kemudian, SY menodongkan sebilah pisau ke bagian leher korban.
Saat itu, korban sempat melakukan perlawanan dengan memegang sebilah pisau hingga melukai jempol jari tangan korban.
"Korban sempat diancam oleh satu pelaku lainnya yakni YK, karena berusaha melawan yang kemudian, korban diikat kedua tangannya dengan lakban hitam, menutup mata korban dan menyumpal mulut korban dengan lakban hitam,lalu dipindahkan ke kursi belakang," ungkapnya.
Kedua tersangka sempat membawa korban berputar-putar sesampainya di Serang, korban diturunkan. Sedangkan kedua pelaku melarikan mobil Ertiga milik korban.
"Korban yang diturunkan dipinggir tol berusaha melepas ikatan. Saat berhasil, ia langsung melapor ke kepolisian," ujar Wiwin.
Selanjutnya pihak kepolisian pun melakukan pengejaran hingga akhirnya, berhasil diringkus di Lampung. Bahkan, satu dari kedua pelaku meninggal saat diberikan timah panas oleh kepolisian.
"Keduanya melakukan perlawanan saat diamankan hingga polisi berikan tindakan tegas. Satu diantaranya yakni, YK meninggal sedangkan, SY mengalami luka di bagian kaki," jelasnya.
Tak puas dengan tangkapannya petugas kemudian pada Jumat, (30/3/2018) polisi berhasil membekuk NPP (41) yang berperan sebagai perantara penjual mobil hasil kejahatan, diikuti oleh satu per satu tersangka lainnya. Lantaran melakukan perlawanan, lanjut Wiwin, seorang akhirnya dihadiahi timas panas petugas.
“Tersangka YK meninggal setelah ditembak oleh anggota lantaran melawan dan mencoba melukai petugas,” tegas
Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan barang bukti satu unit kendaraan Merk Suzuki Ertiga bernomor polisi (Nopol) B2925KT, satu unit telepon genggam milik korban, sati unit telepon genggam milik pelaku yang dipergunakan untuk memesan aplikasi Grab, dan STNK mobil korban.
Selanjutnya tersangka beserta barang bukti diamankan ke Polresta Tangerang untuk penyelidikan dan pengembangan kasus ini lebih lanjut.
Akibat, keduanya dikenakan pasal 365 KUHP dengan hukuman 10 tahun penjara. (Anggy Muda)
Berita Terkait
-
Demi Bayar Pinjol, Pria di Pelalawan Tega Tikam Kasir 22 Kali Tapi Langsung Diringkus Polisi
-
Sandiwara Berdarah di Menteng, Komisaris Wanita Rekayasa Perampokan Demi Habisi Dirut
-
Cerita Rampok 500 Gram Emas Rekayasa! Rekan Bisnis di Menteng Siksa dan Tusuk Korban karena Dendam
-
Perampok Emas 500 Gram di Menteng Ditangkap usai Tikam Korban 7 Kali
-
Sadis! Rampok Menteng Gasak Setengah Kilo Emas, Tamu Rumah Disekap Hingga Pingsan
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno