Suara.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan belum mengkategorikan kegiatan Presiden Joko Widodo yang membagi-bagikan sepeda kepada masyarakat saat kunjungan kerja ke daerah sebagai bentuk kampanye.
Presiden Jokowi merupakan petahana yang akan kembali maju sebagai calon presiden dalam Pemilu Presiden 2019 nanti.
"Itu kan Presiden sedang bekerja," kata Wahyu ditemui di kantor KPU pusat, Jakarta, Selasa (17/4/2018).
Kendati begitu, lanjut dia, KPU dengan DPR tengah merumuskan peraturan-peraturan KPU yang salah satunya mengatur tentang kampanye Pilpres. Termasuk mengatur apakah petahana boleh membagi-bagikan sepeda kepada masyarakat.
"Ini kan sedang kami rumuskan tentang kampanye Pilpres juga. Ada beberapa usulan, seperti apakah masih boleh Presiden bagi-bagi sepeda, begitu kan," ujar dia.
Sebelumnya, anggota Bawaslu Rahmat Bagja mengatakan Jokowi dilarang membagi-bagikan sepeda kepada masyarakat saat memasuki masa kampanye Pilpres 2019.
"Bagi-bagi sepeda nggak boleh. Kalau bagi-bagi sertifikat nggak masalah," kata Rahmat di kantornya, Selasa pekan lalu.
Berita Terkait
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Mahfud MD: Komisi Reformasi Fokus Benahi Sistem Karier Polri, Bukan Usul Nama Ganti Kapolri
-
Komisi Reformasi Polri Serahkan Laporan Akhir ke Presiden, Berkasnya Setebal 3000 Halaman
-
Ke Gresik, Gus Ipul Disambut Pidato 4 Bahasa Siswa Sekolah Rakyat
-
Sentil Prabowo Tentang Yaman, Habib Rizieq Singgung Jenderal Baliho
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat