Suara.com - Ombudsman RI perwakilan Jakarta Raya akan memanggil Gubernur Anies Rasyid Baswedan, terkait penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Pemanggilan itu rencananya dilakukan pekan depan, karena pihak Ombudsman tidak puas dengan jawaban pemprov atas Laporan Atas Hasil Pemeriksaan (LAHP) tentang dugaan maladministrasi di Tanah Abang, Jakarta Pusat.
"Itu merupakan hak dari Ombudsman," ujar Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (27/4/2018).
Pemprov, kata Sandiaga, akan memberikan klarifikasi langsung kalau Ombudsman kurang puas dengan jawaban yang dikirim pada Senin (23/4) sore.
"Kami akan berikan klarifikasi lagi, tidak ada masalah," kata Sandiaga.
Sementara Gubernur Anies tidak mau menanggapi terkait rencana pemanggilan Ombudsman.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini juga tidak tahu kapan akan bertemu Ombudsman untuk menjelaskan kebijakan penutupan Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, untuk memfasilitasi PKL di jalan raya.
"Belum tahu (kapan ketemu Ombudsman)," tandasnya.
Baca Juga: Menteri Susi Kirim Pesan Singkat untuk Kapolri, Ini Isinya
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Video Penjemputan Tiga Orang yang Diduga Pejabat Disdik Lubuklinggau Viral, Ada Apa?
-
BRI Tinjau Posko BRI Peduli dan Dapur Umum Untuk Korban Gempa NTT
-
BRI Perluas Dukungan Pascagempa NTT, Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum Disiapkan
-
Bantu Warga Terdampak Gempa NTT, BRI Bangun Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum
-
Kanker Paru Masih Mematikan, Navigasi Pasien Dibutuhkan untuk Pangkas Waktu Pengobatan
-
Percepat Pemulihan Pascagempa NTT, BRI Peduli Siapkan Posko Logistik dan Dapur Umum
-
BRI Peduli Gerak Cepat Tangani Dampak Gempa NTT, Tiga Posko Logistik Disiapkan
-
Transaksi Judol Rp2,68 Miliar Terdeteksi di Keluarga Penerima Bansos Jawa Barat
-
Direksi BRI Turun Langsung Pantau Penanganan Gempa NTT dan Kesiapan Posko BRI Peduli
-
Bantu Pemulihan Gempa NTT, BRI Peduli Bangun Posko Logistik di Tiga Wilayah