Suara.com - Hasil tes Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) terhadap dugaan temuan tulang manusia milik Tri Widiyantoro (44), pengemudi taksi online yang dinyatakan hilang beberapa waktu lalu telah diterima pihak Polda Sumatera Selatan.
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan dari hasil tes DNA tersebut sudah dipastikan jika tulang tersebut merupakan jazad Tri yang menjadi korban perampokan.
“Sudah dipastikan, dari antemortem dan hasil tes DNA," tegas Zulkarnin, Minggu (29/4/2018).
Pascakeluarnya hasil tes tersebut, pihaknya segera membuat surat berita acara penyerahan jenazah kepada pihak keluarga Tri sebelum dilakukan prosesi pemakaman. Menurutnya, dalam waktu dekat, pihak keluarga sudah bisa menerima jenazah korban untuk segera dikebumikan sesuai dengan keinginan dari pihak keluarga sendiri.
"Untuk tersangkanya sendiri, semuanya sudah terungkap," katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, empat tersangka perampokan Tri Widyantoro telah ditangkap oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Selatan. Yakni Bayu Irmansyah (20) Poniman (21), Tyas Dryantama (19) dan Hengki Sulaiman (20).
Dari empat tersangka, polisi harus menembak mati Poniman dan Hengki lantaran mencoba melawan dan melarikan diri saat akan ditangkap petugas. Hasil tes ini dilakukan berdasarkan temuan tim DVI terkait penemuan tulang manusia di kawasan Parit 6, Desa Muara Sungsang, Kecamatan Sungsang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Jumat (30/3/2018). [Andhiko Tungga Alam]
Berita Terkait
-
Merampok, Waria Sahara Todong Golok ke Sopir GoCar di Depok
-
Sopir GoCar Dirampok karena Menolak Berhubungan Seks dengan Waria
-
Menstruasi, San San Urung Diperkosa Tiga Perampok di Taksi Online
-
Pemerintah Didesak Tutup Aplikator Taksi Online Apabila....
-
Akhirnya Sopir GrabCar Perampok San San Ditangkap
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Sidang Vonis Laras Faizati Digelar Hari Ini, Harapan Bebas Menguat Jelang Ulang Tahun Ke-27
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL