Suara.com - Politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul menanggapi tindakan intimidasi saat Car Free Day (CFD) Minggu (29/4/2018).
Menurut Ruhut, intimidasi yang dilakukan oknum massa berkaus #2019GantiPresiden terhadap seorang ibu dan anaknya berkaus "Dia Sibuk Kerja"-pendukung Jokowi-merupakan sebuah bentuk ketakutan.
"Itu bentuk ketakutan mereka, bahwa mereka sadar mereka makin tidak mungkin bisa melawan Pak Jokowi," kata Ruhut kepada Suara.com, Selasa (1/5/2018).
Ruhut juga menilai tindakan intimidasi tersebut mencerminkan sebuah kampanye yang tidak sehat.
"Jadi kalau kamu lihat yang kayak gitu-gitu, ketawa saja apalagi peristiwa kemarin Car Free Day kampanye busuk jelek, bagi mereka di mata rakyat oh begitu busuknya mereka. Oh ibu loh dengan anaknya apalagi ibu itu maaf aja, aku bangga itu darah Kartini aku bangga ada di semua wanita Indonesia sangat pemberani hebat itu ibu," kata Ruhut.
Ruhut pun menghimbau agar pelaku intimidasi segera mengakui kesalahannya dan minta maaf.
"Tapi aku lihat komentar polisi langsung diproses (laporan dari korban)," ujar dia.
Berita Terkait
-
Pakai Baju PDIP saat Kampanye Djarot-Sihar, Ini Pengakuan Ruhut
-
Fadli Zon Ungkap Data Kondisi Buruh di Era Jokowi Memburuk
-
Spanduk Tolak Jokowi dan #2019GantiPresiden Terbentang di May Day
-
Hadiri Kampanye Djarot - Sihar di Sumut, Ruhut Jadi Kader PDIP?
-
Persekusi Massa #2019GantiPresiden, Ini Seruan PDI Perjuangan
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Bukan Musuh, Pemred Suara.com Ajak Jurnalis Sulsel Taklukkan Algoritma Lewat Workshop AI
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin