Suara.com - Kepala Staf Presiden Moeldoko meminta masyarakat tidak khawatir atas meletusnya kembali gunung Merapi. Ia memastikan prosedur penanggulangan bencana di kawasan Merapi sudah bagus.
Selain itu, ia pun mengatakan BNPB dan BPBD sudah bekerja dengan baik dilihat dari proses penanganan bencana sebelumnya.
"Kita memiliki BNPB dan BPBD, mereka telah bekerja sangat baik. Kita punya pengalaman peristiwa di Bali penanganannya juga reaksinya sangat cepat. Teman-teman yang ada di BNPB dan BPBD pasti akan menangani dengan cepat," kata Moeldoko di kantor Staf Kepresidenan, Jumat (11/5/2018).
Moeldoko pun mengapresiasi kewaspadaan masyarakat di kawasan Merapi untuk menghadapi terjadinya letusan kembali seperti sekarang ini.
"Saya sudah lihat ke sana bagaimana masyarakat kalau ada kondisi kumpulnya di mana. Sudah biasa mereka, masyarakat sudah punya kewaspadaan tinggi," ujarnya.
Untuk diketahui, gunung Merapi di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat (11/5/2018) sekitar pukul 07.45 WIB meletus. Merapi mengeluarkan asap tebal di udara. Letusan Gunung Merapi hari ini dibenarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Berita Terkait
-
Moeldoko Usulkan Jokowi Bentuk Pasukan Gabungan Antiteror
-
Merapi Meletus, Batik Air Batal Mendarat dan Kembali ke Halim
-
Merapi Meletus, Tak Ada Pengalihan Penerbangan ke Semarang
-
Bandara Adisutjipto Ditutup Sementara, 9 Penerbangan Tertunda
-
Begini Langkah Kesatuan Komando Membuat Napi Teroris Menyerah
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan