Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menetapkan Buapti Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud dan istrinya Hendrati serta keponakannya Nursilawati sebagai tersangka dalam kasua dugaan suap. Satu tersangka lainnya adalah Juhri sebagai seorang kontraktor.
Sebelum menjadi tersangka mereka diamankan KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT), Selasa (16/5/2018) kemarin.
Saat konferensi pers di Gedung KPK, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menjelaskan bagaimana tim KPK menangkap empat orang tersebut. Menurutnya, penangkapan terhadap mereka dilakukan KPK setelah mendapat laporan dari masyarakat.
"KPK merespon dengan melakukan serangkaian kegiatan pengumpulan bahan dan keterangan dalam penyelidikan yang dimulai pada 11 Mei 2018, hingga KPK kemudian melakukan tangkap tangan pada hari Selasa, 15 Mei 2018 sore di Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan," katanya di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (16/5/2018).
Basaria mengatakan, Selasa (15/5/2018) sekira pukul 16.20 WlB diduga terjadi penyerahan uang dari Juhri kepada Nursilawati untuk diserahkan kepada Hendrati di rumah pribadinya di Kecamatan Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan.
Setelah penyerahan, Juhri langsung menuju sebuah rumah makan di daerah Manna dan diamankan tim KPK sekitar pukul 17.00 WIB. Tim kemudian membawa Juhri kembali ke rumah Hendrati.
"Sedangkan NUR yang telah meninggalkan rumah HEN pergi menuju rumah kerabatnya di daerah Manna. Secara pararel, kemudian tim KPK lainnya mengamankan NUR sekitar pukul 17.15 WIB. NUR juga dibawa kembali ke rumah HEN," kata Basari.
Lebih lanjut Basarka mengatakan, setelah kedua tim tiba di rumah Hendrati, tim mengamankan uang Rp 75 juta dari tangan Nursilawati serta bukti transfer sebesar Rp 15 juta, dimanaRp 13 juta diduga berasal dari pemberian Juhri sebelumnya pada tanggal 12 Mei 2018.
Kemudian, tim KPK membawa Nursilawati ke rumah pribadinya di Kecamatan Manna dan mengamankan uang lainnya sebesar sekitar Rp 10 juta.
"Timn kemudian mengamankan dan membawa HEN, DM, dan JHR dari rumah pribadi HEN ke Kepolisian Daerah Bengkulu untuk menjalani pemeriksaaan awal," katanya.
Setelah menjalani pemeriksaan awal di Mapolda Bengkulu, pada pukul 09.30 WIB keempatnya diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di gedung KPK. Setelah menjalani pemeriksaan dan dilakukan gelar perkara, maka keempatnya ditetapkan sebagai tersangka.
Dirwan, Hendrati, dan Nursilawati diduga menerima uang dari Juhri terkait sejumlah proyek infrastruktur di lingkungan Pemkab Bengkulu Selatan. Diduga Dirwan mendapat uang Rp112.500.000 atau sebesar 15 persen dari total nilai proyek sebesar Rp 750 juta. 15 persen tersebut merupkan komitmen fee yang disepakati antara Dirwan dengan Juhri.
Namun, Dirwan diduga baru menerima Rp 98 juta dari Juhri. Uang tersebut diberikan secara tunai dan transfer dan diberikan dengan cara bertahap.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
Pilihan
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
Terkini
-
Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Kuwait, Sang Pilot Diancam Warga Pakai Batang Kayu
-
Prabowo Ingin Jadi Mediator Konflik Iran-AS, Pengamat UGM: Siapa yang Mau Percaya?
-
RDP Komisi III DPR: LPSK Sebut Ayah Nizam Syafei Diduga Anggota Gangster
-
Bahlil Kenang Try Sutrisno sebagai Tokoh Elit Golkar: Tegas dan Utamakan Kepentingan Bangsa
-
Tentara AS Tewas, Trump Bersumpah Hancurkan Iran dengan Lebih Brutal
-
Kapolri Minta Densus 88 Pertahankan Zero Terrorist Attack Saat Lebaran
-
Bukan Malam, Ini 3 Jam Paling Rawan Kecelakaan Saat Arus Mudik Lebaran
-
Sejumlah Pesawat Tempur AS Jatuh di Kuwait
-
Kisah Memilukan Zahra, Cucu Ali Khamenei Berusia 14 Bulan Ikut Tewas dalam Serangan Udara
-
Kapolres Sukabumi di DPR: Ibu Tiri Sempat Tak Mengaku Aniaya Nizam Syafei