Suara.com - Penyidik Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditresrkrimum Polda Metro Jaya akan memanggil Kepala Unit Pengelola Teknis Monumen Nasional, Munjirin, Selasa (22/5/2018) pekan depan. Polisi sudah mengirimkan surat.
Munjirin akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus pembagian sembako yang menewaskan dua bocah.
"Ya sudah dikirim surat panggilan sebagai saksi kepada Kepala Pengelola Monas (Munjirin)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Jumat (18/5/2018).
Namun, Argo belum bisa menjelaskan materi pemeriksaan yang akan disampaikan penyidik kepada Munjirin. Sebab, menurunya hal itu sudah masuk ke ranah penyidikan.
"Nanti kalau sudah diperiksa baru tahu (materi pemeriksaan)," katanya.
Argo juga belum bisa memastikan apakah Munjirin akan memenuhi panggilan atau tidak. Dia hanya menyampaikan jika surat panggilan itu sudah diterima Munjirin. Adapun pemeriksaan itu rencananya akan dilakukan pada pukul 13.00 WIB.
"Sudah dikirim dan sudah diterima," kata dia.
Sebelumnya, polisi telah meningkatkan status kasus pembagian sembako yang menewaskan Muhammad Rizky (10) dan Mahesa Junaedi (12). Kasus ini sudah ditingkatkan dari penyelidikan ke tahap penyidikan.
Peningkatan status kasus itu setelah polisi melakulan gelar perkara, Rabu (2/5/2018). Meski status kasus ini telah ditingkat ke tahap penyidikan, polisi belum menyimpulkan tersangka dalam kasus tersebut.
Berita Terkait
-
Ibu Korban Sembako Maut Monas Beberkan Riwayat Penyakit Anaknya
-
Sembako Maut Monas, Polisi Periksa Orangtua Korban
-
Bocah yang Tewas di Sembako Maut Monas Diduga Alami Heat Stroke
-
Keluarga Cabut Laporan, Polisi Tetap Selidiki Kasus Sembako Maut
-
Laporan Dicabut, Panitia Bantah Kasih Duit ke Korban Sembako Maut
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan