Suara.com - Pengurus Masjid Raya Pekanbaru, Provinsi Riau, tidak lagi meneruskan tradisi mendatangkan imam salat dari Palestina dan Timur Tengah pada Ramadan tahun ini. Mereka memilih memberdayakan imam masjid lokal.
"Kita memberdayakan imam yang ada," kata Wakil Sekretaris Pengurus Masjid Raya Pekanbaru, Rinaldi di Pekanbaru, Rabu (23/5/2018).
Masjid Raya Pekanbaru sebenarnya sudah memiliki imam sendiri, yang bernama Nisfu Rinaldi Sitorus Pan, yang hafiz Al Quran 30 juz. Karena itu, pengurus merasa tidak masalah harus menghentikan 'impor' imam dari Palestina dan Timur Tengah yang seakan menjadi tradisi di masjid peninggalan Kesultanan Siak Sri Indrapura itu sejak 11 tahun lalu.
Imam Nisfu Rinaldi Sitorus Pane sendiri masih sangat muda, yakni kelahiran 24 Februari 1986 di Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara.
Nisfu Sitorus adalah qori juara MTQ Nasional penghapal Alquran. Dia mulai ikut lomba hapalan Alquran dari 5 juz, 10 juz, 20 juz hingga 30 juz.
"Imam Nisfu Rinaldi ini kita berdayakan untuk imam salat tarawih, kita tak lagi mendatangkan dari luar. Dia juga pernah ikut dalam hapalan Alquran 30 juz tingkat internasional," katanya.
Walau tak lagi mendatangkan imam dari luar, namun kata Rinaldi, untuk bacaan salat tarawih satu malam tetap satu juz Al Quran.
"Di masjid kita ini, salat tarawihnya satu malam bacaan suratnya satu juz. Salat tarawihnya 23 rakaat bersama witir. Tata tertib salat tarawihnya dengan dua rakaat satu salam," katanya.
Jemaah tetap meramaikan masjid ini walau satu malam bacaan salat tarawihnya satu juz, dan tak lagi menggunakan imam dari luar negeri.
"Walau tak lagi imam dari Timur Tengah, tetap saja jemaah ramai bersalat tarawih di tempat kita," tutup Rinaldi. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam