Suara.com - Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno menyebut Pemerintah Provinsi Jakarta telah memiliki data masjid yang terindikasi mengajarkan paham radikalisme. Sebanyak 30 masjid di Jakarta disusupi paham radikalisme.
Sandiaga menuturkan data masjid tersebut sudah ada di Biro Dikmental (Pendidikan dan Mental Spiritual) Provinsi Jakarta dan Badan Amil Zakat Infaq Sodaqoh.
"30 (Masjid) itu kami juga sudah punya datanya di teman-teman Biro Dikmental dan Bazis," ujar Sandiaga di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Jakarta, Selasa (5/6/2018).
Pernyataan Sandiaga menyusul ketika Presiden Joko Widodo mengundang 42 tokoh di Istana Merdeka. Dalam pertemuan tersebut, hal yang dibicarakan terkait penyebaran radikalisme di kampus.
Karenanya, Sandiaga menuturkan pihaknya mendorong agar pengelola masjid untuk menggelar kegiatan positif.
"Akan kita arahkan ke kegiatan kita lebih banyak ke sana," kata dia.
Lebih lanjut, Sandiaga mengatakan dirinya akan turun untuk melakukan pembinaan di masjid-masjid.
"Saya turun ke masjid bahwa perjuangan kita ke depan adalah membangkitkan ekonomi di masjid," kata dia.
Sandi menyebut salah satu masalah terjadinya radikalisme adalah ketidakadilan dan paham menyimpang yang terus dimasukan ke anak muda.
"Tidak ada cara lain selain pendidikan, kedua berikan kesempatan mereka menjadi pengusahan," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
Terkini
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos
-
Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
-
Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas
-
Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo
-
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi