Suara.com - Dari Posko Mudik Kementerian Perhubungan, hingga pukul 10.30 WIB beberapa kondisi jalan tol Jakarta-Cikampek ke arah Jakarta masih relatif kondusif.
Namun, terlihat ada sedikit antrean yang terjadi saat kendaraan dari arah Cipali bertemu dengan arus kendaraan dari Tol Cipularang di kilometer 67. Usai melewati KM 62, lalu lintas ramai lancar. Namun, memasuki KM 55 kemacetan kembali terjadi hingga KM 52.
Kemacetan juga terpantau di kilometer 49 hingga kilometer 46 arah Jakarta karena penyempitan lajur.
Adi Karsyaf, Kepala Posko Harian Kementerian Perhubungan mengatakan, kemacetan ini juga disebabkan oleh banyaknya pemudik yang keluar dari rest area. Sistem satu arah diterapkan karena sistem contraflow tidak efektif untuk mengurai kemacetan.
"Kemarin terapkan contraflow tidak mempan. Banyak yang istirahat Senin malam dan sekarang keluar semua, keluarnya bareng semua,” ujar Adi, Selasa (19/06/2018).
Adi memperkirakan lonjakan pemudik akan terjadi nanti sore. Dia mengatakan kemungkinan sistem satu arah akan kembali diterapkan apabila contraflow tidak mampu mengurai kemacetan.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan memprediksi H+3 atau Selasa ini merupakan puncak arus balik karena besok merupakan hari pertama kerja bagi aparatur sipil negara.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Sarmuji Luruskan Fatsun Politik Fraksi Golkar: Bukan Larang Kritik Prabowo-Gibran, Tapi Ada Etikanya
-
Respons Keluhan Warga, Kemensos Libatkan YLKI Awasi Penonaktifan BPJS PBI
-
Niat Gasak HP ASN di Tengah Gemerlap Imlek di Bundaran HI, Pria Paruh Baya Diciduk
-
Geledah Rumah di Ciputat, KPK Sita Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar Terkait Kasus Bea Cukai
-
Ancaman Bagi Koruptor! Gibran Ingin Aset Hasil Judol Hingga Korupsi Disita, Apa Kata Pukat UGM?
-
Penumpang LRT Jabodebek Usul Penambahan Gerbong Khusus Wanita Guna Cegah Pelecehan
-
Hasto PDIP Tegaskan Bencana Adalah Teguran atas Kebijakan Masa Lalu, Harus Evaluasi Total!
-
Teror Cairan Kimia di Cempaka Putih: Saat Pelajar Jadi Korban Serangan Acak Teman Sebayanya
-
Isak Tangis di Pusara Kopilot Smart Air: Keluarga Pertanyakan Keamanan Bandara Usai Penembakan KKB
-
KPK Minta Saksi Lapor ke Dewas Terkait Dugaan Penyidik Minta Uang Rp10 Miliar