Suara.com - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menilai, pemimpin negara yang ideal harus menggemari olahraga berkuda. Menurutnya, berkuda adalah sarana kepemimpinan.
Prabowo menjelaskan, sejak ribuan tahun lalu, sosok pemimpin sejatinya ialah yang menaiki seekor kuda. Itu menjadi satu alasannya menggemari olahraga berkuda.
Hal itu disampaikannya dalam video diskusi dalam Facebook resminya yang diunggah Selasa (19/6/2018).
"Menunggang kuda itu, dari dulu, ribuan tahun lalu, menjadi sarana kepemimpinan. Jadi dulu, semua pemimpin harus di atas kuda, dan mungkin menunggang kuda adalah satu-satunya olahraga yang membutuhkan kerja sama manusia dan spesies lain," jelas Prabowo.
Menurutnya, olahraga berkuda itu dapat melatih seseorang untuk mampu menjadi seorang pemimpin.
"Binatang yang tidak mengerti bahasa manusia yang beratnya adalah 600 kilogram. Berarti lebih mudah anda mengendalikan kumpulan manusia yang bisa mengerti bahasa," katanya.
Prabowo menambahkan, sudah banyak negara-negara lain yang mewajibkan para prajuritnya untuk mempelajari berkuda sebagai dasar pelatihan kepemimpinan.
"Di banyak negara sekarang, menunggang kuda ini wajib di akademi-akademi militer. Kalau tak salah di India, kalau anda angkatan darat, angkatan laut atau angkatan udara, wajib untuk menunggang kuda sebagai dasar kepemimpinan," pungkasnya.
Baca Juga: Hierro: Carvajal Fit Lawan Iran
Berita Terkait
-
Libur Lebaran, Jokowi Ajak Cucu Pertama ke Jungle Land Bogor
-
Prabowo Kritik Indonesia Tak Punya Pemain Sepakbola Hebat
-
Prabowo Singgung Kinerja Menteri Susi dan Kekuatan AL
-
Politisi PSI Sindir Pencapresan Prabowo: Kasihan Kalau Nggak Jadi
-
Prabowo Kritik Ekonomi Indonesia, Fahri Ungkap Kelemahan Jokowi
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Hutan Tropis Dianggap Penyerap Karbon Utama, Tapi Penelitian Baru Tunjukkan Hal Berbeda
-
Keterlibatan TNI Urus Pangan Jadi Sorotan, Prabowo Sebut Langkah Strategis bagi Negara
-
Komisi X DPR Dorong Gaji Guru Minimal Rp 5 Juta, Respons Pernyataan Prabowo soal Kebocoran Anggaran
-
Siswa SD-SMP Batam Aksi Dukung MBG, DPR: Kemendikdasmen Selidiki Dugaan Mobilisasi Massa
-
Bobby Nasution Hadiri Peresmian 1.151 Km Jalan Inpres, Empat Ruas di Sumut Turut Diresmikan
-
Kasus YTR Berbuntut Desakan Hukuman Kebiri, DPR Minta Polisi Telusuri Korban Lain
-
Bantah Mobilisasi Massa Demo Pro MBG, Bakom RI: Itu Tidak Benar!
-
Selly Gantina Kecam Aksi Biadab Pacar Sekap Perempuan 3 Tahun di Bandung: Tak Boleh Ada Impunitas
-
Jelang 500 Tahun Jakarta, DPRD Minta Aspirasi Warga Jadi Prioritas Pembangunan
-
Bawa Puluhan Bukti! Koalisi Gugat Perjanjian Dagang RI-AS yang Dinilai Tabrak Konstitusi