Suara.com - Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Indonesia untuk Federasi Rusia, Mohamad Wahid Supriyadi mengatakan jumlah warga negara Indonesia yang datang ke Rusia terus meningkat.
Dalam pendataan Dubes Wahid, sampai perhelatan Piala Dunia 2018, jumlah WNI di Rusia tercatat 878 orang.
"WNI yang ada di Rusia tercatat 878 orang, tapi jumlah rilnya saya kira lebih dari 1.000 orang. Sekitar separuhnya adalah mahasiswa, selebihnya 'skilled labour' sebagai spa terapis sekitar 400-an, profesional dan kawin campur," kata Wahid di Moskow kepada Antara, Selasa (19/6/2018).
Terkait jumlah WNI yang berkunjung sesaat dalam arti tidak menetap lama, Dubes Wahid mengaku belum punya catatan yang valid.
"Saya belum punya catatan WNI yang datang. Pastinya meningkat terus karena Rusia semakin populer bagi WNI. Tahun lalu sekitar 20 ribu WNI berkunjung ke Rusia sebagai turis atau meningkat lebih dari 300 persen. Tahun ini diperkirakan meningkat," jelas dia.
Sementara itu, lanjut dia, pada tahun 2018 sekitar 80 ribu turis Rusia berkunjung ke Indonesia atau meningkat 22,5 persen.
KBRI sejak 2016 menyelenggarakan Festival Indonesia atau FI, dan tahun ini adalah perhelatan kali ketiga.
Pada FI pertama yang digelar pada tanggal 20-21 Agustus di Hermitage Garden tahun 2016, festival itu didatangi sekitar 68 ribu orang.
Sedang pada FI kedua, yakni tanggal 4-6 Agustus di taman yang sama seluas 6,5 ha, didatangi 91.600 pengunjung selama tiga hari.
Baca Juga: Ini Momen Annisa Bahar Akhirnya Memaafkan Juwita Bahar
Tahun ini, FI akan diselenggarakan pada tanggal 3-5 Agustus di Taman Krasnaya Presnya seluas 16,5 ha, atau 3 kali lebih luas sehingga target pengunjung 120 ribu.
"FI merupakan kegiatan terpadu trade, tourism, investment. Ada pertunjukan budaya, kuliner, fashion, workshop batik, wayang kulit dan lain-lain," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!