Suara.com - Manuver politik menjelang Pilkada serentak 27 Juni 2018 semakin ramai di jagad media sosial. Sayangnya, manuver tersebut banyak disusupi oleh berita palsu alias hoax.
Salah satu yang kena imbas hoax tersebut adalah Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Runtung Sitepu. Dalam berita yang menyebar lewat akun Facebook, USU disebutkan mendukung salah satu pasangan bupati/wakil bupati dalam Pilkada Taput yakni Jonius Taripar Hutabarat (JTP) yang diusung koalisi Gerindra.
Dalam pernyataannya, Rabu (20/6/2018), Prof Runtung menyatakan keberatannya terhadap postingan yang mengatasnamakan dirinya dalam kapasitas jabatan sebagai Rektor USU.
Sebelumnya, dukungan USU terhadap JTP disebarluaskan oleh akun Facebook Malwin Sitompul ke laman grup Facebook Taput Okey pada tanggal 15 Juni 2018, pukul 22.20 WIB.
Runtung menuntut pemilik akun Facebook atas nama Malwin Sitompul tersebut untuk meminta maaf secara terbuka yang dimuat di media massa atas beredarnya informasi hoax itu.
Mengingat nama baiknya telah tercemar dan dirugikan atas sampainya informasi yang penuh kebohongan tersebut ke tengah masyarakat.
Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, Prof Runtung akan mengambil tindakan hukum yang diperlukan untuk merehabilitasi nama baiknya, baik secara personal maupun institusi.
Prof Runtung menegaskan kembali komitmennya untuk menjaga netralitas USU sebagai institusi pendidikan agar tidak menyentuh ranah politik praktis dan terlibat dalam pusaran kegiatan pilkada di Sumatera Utara.
Sementara itu, Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung kembali Jokowi sebagai Presiden. Sejalan dengan itu, Bara JP memastikan juga mendukung kandidat kepala daerah yang diusung PDIP, bukan kandidat yang diusung oleh parpol lain.
Baca Juga: Gila, Perempuan Ini Minum Urin Anjing dan Klaim Jerawatnya Sembuh
“Bara JP itu organisasi sudah mendeklarasikan diri sebagai pendukung Jokowi di Sumatera Utara sejak 7 Oktober 2013. Jadi tidak mungkin memenangkan paslon yang sudah berkomitmen ke capres lain” tegas Ketua DPD Bara JP Sumut Heryanson Munthe.
Heryanson juga meluruskan adanya oknum yang mencatut nama Bara JP yang disebut-sebut mendukung pasangan tertentu, khususnya di ajang Pilkada Taput.
Diketahui, pasangan yang diusung PDIP di Pilkada Taput adalah Nikson Nababan-Sarlandy Hutabarat.
“Bara JP mendukung calon yang akan memenangkan Jokowi, yang tentunya didukung oleh PDIP sebagai perahu Jokowi. Bukan Gerindra dan Prabowo,” ujar Heryanson.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Bom Waktu BLT India saat Pengangguran Anak Muda Makin Kronis
-
Jakarta Dikepung Lima Aksi Demo, Pramono Anung Ingatkan Massa Tak Merusak Fasilitas Publik
-
Nur Alam Masuk PSI Meski Berstatus Bebas Bersyarat, KPK Ingatkan Parpol Utamakan Rekam Jejak Kader
-
Kondisi Selat Hormuz Terkini Setelah AS - Iran Damai
-
Jangan Salahkan Rakyat! Ekonom Sebut Tata Kelola Pemerintah Jadi Biang Kerok Daya Beli Lesu
-
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang Pemerintah: Bukan Abu-abu, Tapi Teman yang Jujur
-
Kabel Menjuntai Renggut Nyawa Siswi SMAN 6 Jakarta, Pramono Turun Tangan
-
Ketua DPR Iran ke AS: Jangan Minta Hal Berlebihan, Kami Tak Ragu Menghancurkan
-
Giliran Kelompok Tani Geruduk Patung Kuda, Suarakan Pengaruh MBG Hingga Reforma Agraria
-
Alasan KPK Belum Periksa Anggota Pansus Haji Diduga Terima 1 Juta Dolar AS