Suara.com - Pemerintah Papua Nugini, seperti dilaporkan BBC, Selasa (29/5/2018), akan memblokir Facebook selama satu bulan setelah melihat peran media sosial itu dalam penyebaran informasi palsu atau hoax dan konten pornografi.
Menteri Komunikasi Papua Nugini, Sam Basil, mengatakan selama masa pemblokiran pemerintah akan mengidentifikasi pengguna-pengguna yang menyebarkan informasi palsu dan pengunggah konten pornografi.
Mereka yang terbukti menyebarkan informasi palsu dan konten pornografi akan diproses menggunakan undang-undang pidana siber di negeri itu. Adapun di Papua Nugini, baru 10 persen warga yang bisa mengakses internet.
"Masa sebulan itu akan digunakan untuk mengumpulkan informasi, untuk mengindentifikasi pengguna yang bersembunyi di balik akun palsu, pengguna yang mengunggah konten pornografi, dan pengguna yang menyebarkan informasi bohong," kata Basil.
Tak hanya itu, Basil juga mengatakan pemerintah Papua Nugini berencana membuat media sosial sendiri yang di dalamnya para pengguna diwajibkan menggunakan identitas asli,
"Kami juga sedang mempertimbangkan untuk menciptakan media sosial baru untuk warga Papua Nugini," imbuh Basil.
Hoax atau kabar bohong memang sudah jadi wabah di media sosial seperti Facebook.
Di beberapa negara seperti Myanmar dan Sri Lanka, Facebook digunakan oleh kelompok-kelompok ultranasionalis untuk menyebarkan kabar bohong berisi sentimen golongan atau agama yang berujung pada konflik horizontal yang memakan korban ribuan nyawa.
Parahnya penyebaran kabar bohong dan ujaran kebencian itu seperti dibiarkan saja oleh Facebook.
Berita Terkait
-
Peluang Kreator Lokal Tembus Pasar Global, Meta Perluas Terjemahan AI ke Bahasa Indonesia
-
Meta Resmi Luncurkan Langganan Instagram, Facebook, dan WhatsApp Plus, Ada Paket AI Baru
-
Membongkar Modus Predator Pengelana Feri: Mengapa Janji Loker di Medsos Masih Ampuh Jerat Mahasiswi?
-
Meta Mulai Patuhi PP Tunas Komdigi, Anak 16 Tahun Dilarang Punya Facebook-Instagram-Threads
-
[HOAKS] Link Pendaftaran Gebyar Undian Berhadiah BRI 2026
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
5 HP Gaming Rp2 Jutaan dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo Menurut Review
-
Sony Luncurkan 1000X THE COLLEXION dengan Audio Premium dan Noise Cancelling Generasi Terbaru
-
Poco F8 Ultra Kembali Ready Stock, Usung Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Performa Gaming Kelas Konsol
-
Kaspersky Ungkap Malware Argamal yang Menyamar dalam Game Dewasa, Hacker Bisa Kuasai Komputer Korban
-
Punya Uang Rp1,2 Juta Dapat HP Apa? Ini 5 Pilihan dengan Performa Terbaik Juni 2026
-
Microsoft Perluas Literasi AI di Indonesia, 50 Ribu Peserta Kantongi Sertifikasi Kecerdasan Buatan
-
Samsung Konfirmasi Exynos 2700, Siap Jadi Otak Galaxy S27 dan Tantang Snapdragon Generasi Terbaru
-
Startup Singapura Luncurkan Platform AI untuk UMKM Indonesia, Bantu Brand Kuasai Pencarian Google
-
Bujet Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan Review Memuaskan
-
45 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Juni 2026: Tahan Puzzle Messi Demi Pemain OVR 118