Suara.com - Mantan pemilik PT Nyonya Meneer, Charles Saerang menggugat Bank Papua dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Semarang. Sebab keduanya ikut melelang rumah pribadinya berkaitan dengan kasus pailit perusahaan jamu legendaris ini.
"Rumah yang saya tinggali ikut dilelang, padahal itu masuk sebagai tambahan jaminan pinjaman saja," kata Charles di Semarang, Kamis (28/6/2018).
Semestinya rumah yang berada di Kompleks Perumahan Bukit Sari Semarang itu tidak ikut dilelang. Sebagai tambahan jaminan rumah ini seharusnya bukan bagian dari keseluruh kewajiban pinjaman yang harus dibayarkan.
"Kami minta ditangguhkan karena rumah masih dipakai," katanya lagi.
Menurut dia, saat ini masih dalam tahap mediasi penyelesaian gugatan perbuatan melawan hukum ini.
"Masih mediasi sambil komunikasi terus, kalau tidak ketemu ya terpaksa sidang," katanya pula.
Berkaitan dengan kondisi PT Nyonya Meneer saat ini, ia mengaku sudah tidak berurusan lagi. Karena semua merupakan kewenangan kurator.
"Sekarang saya sudah ada kesibukan lain untuk menjadi konsultan di Jakarta," kata dia. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?
-
Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN
-
Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua
-
Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying
-
Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen
-
DWP Kemensos Gaungkan Kampanye Anti Bullying Remaja Berkarakter dan Berempati di SRMA 13 Bekasi
-
Alarm Demoralisasi Jaksa: PAM SDO Kejagung Diminta Tak Asal 'Sikat' Tanpa Bukti
-
Pakar Sebut Parpol Pamer Kesetiaan ke Prabowo Cuma Kedok: Haus Kekuasaan Demi Modal Finansial
-
Misteri 'Kamar Khusus' dan Keterlibatan Pendukung Ashari dalam Kasus Kekerasan Seksual Santri Pati
-
Cuaca Buruk Hantui Piala Dunia 2026: Panas Terik, Badai Petir Hingga Kualitas Udara Buruk