Suara.com - Kepolisian Tambaksari mengungkap alasan tentara dan polisi mengepung Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya, Jumat (6/7/2018) malam. Mereka menuduh mahasiswa di dalam asrama itu menonton film 'Biak Berdarah'.
Kapolsek Tambaksari, Kompol Prayitno mengaku aparat mendatangi asrama mahasiswa Papua, sebagai antisipasi peristiwa di Malang tak terjadi di Surabaya.
"Info yang kami terima, mereka mengumumkan akan memutar film 'Biak Berdarah' lewat media sosial (medsos). Sehingga, kita mendatangi asrama sebagai antisipasi," ujarnya di lokasi.
Namun, rencana memutar film Biak Berdarah batal dilaksanakan. Diganti dengan nonton bareng Piala Dunia.
"Kalau diskusinya tetap berlangsung. Katanya sih film 'Biak Berdarah' menceritakan terjadi pembantaian masyarakat Papua. Benar tidaknya tidak tahu," jelasnya.
Ratusan aparat gabungan TNI, Polri dan Satpol PP mengepung asrama yang terletak di Jalan Kalasan No. 10 Surabaya, Jumat malam. Asrama itu, dihuni ratusan mahasiswa dan alumni mahasiswa Papua dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya.
Aparat terpaksa mengepung Asrama Mahasiswa Papua sejak pukul 20.00 hingga 22.00 Wib, karena mencurigai ada kegiatan yang terselubung. Di dalam asrama, mereka menggelar diskusi dan hendak memutar film 'Biak Berdarah' di malam hari.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara