Suara.com - Pesan mengharukan dikirim para pemain sepakbola junior Thailand yang terjebak di dalam gua selama dua pekan. Pesan tertulis itu ditujukan kepada orangtua mereka.
Mengutip laman straitstimes.com, pesan tertulis itu diunggah di laman Facebook Angkatan Laut Thailand, Sabtu (7/7/2018) pagi.
Kelompok tim sepak bola "Wild Boar" memasuki kompleks gua Tham Luang di Provinsi Chiang Rai Utara pada 23 Juni dan terperangkap saat banjir menerjang masuk.
Isi pesan itu dibawa oleh para penyelam dari Angkatan Laut Thailand. Beragam pesan mengharukan diberikan, yang ditujukan kepada keluarga korban.
Dari surat yang ditulis asisten pelatih Ekkapol Chanthawong, anak-anak itu berpesan agar orangtuanya tidak khawatir akan keberadaan mereka yang terjebak di dalam gua.
"Apa yang ingin kami komunikasikan: Anak-anak berkata jangan khawatir tentang mereka. Semuanya kuat. Mereka ingin makan berbagai jenis makanan ketika mereka keluar. Guru, tolong jangan memberi mereka terlalu banyak pekerjaan rumah. SEAL dan dokter Phak, yang merawat anak-anak, juga baik-baik saja," tulis sang asisten.
"Ayah dan ibu, tolong jangan khawatirkan aku. Aku baik-baik saja. Tolong bawa aku makan ayam goreng setelah ini. Aku mencintaimu," tulis Chanintr Wiboonroongruang.
"Jangan khawatirkan aku, ayah dan ibu. Aku akan pergi selama dua minggu. Aku akan menolongmu, ibu, menjual barang saat aku punya waktu. Aku akan bergegas keluar dari sini." tulis seorang bocah lain bernama Bew.
Isi pesan tertulis nan mengharukan itu kontan memicu luapan emosi para keluarga yang menunggu dan menanti proses evakuasi berbahaya.
"Saya sangat senang melihat suratnya, tulisan tangannya. Saya hampir menangis. Tidak peduli berapa lama saya menunggu selama dia selamat," ujar salah seorang ibu korban.
Dikutip dari AFP, ke-12 remaja beserta pelatih mereka menjelajahi gua, namun terperangkap pada 23 Juni. Pesan tulisan yang dibawa para penyelam itu merupakan wujud komunikasi pertama antara para remaja dengan orangtua mereka, setelah upaya membawa kabel telepon ke dalam gua gagal.
Gubernur Chiang Rai, Narongsak Osotthanakorn mengatakan, kesehatan para remaja membaik ke taraf normal. Mereka disebut sudah cukup kuat untuk berjalan, namun belum bisa berenang.
Kendati begitu, para penyelam terus mengajari mereka teknik menyelam dan pernapasan.
Keberadaan para remaja itu ditemukan oleh sejumlah penyelam asal Inggris pada Senin (2/7/2018), 10 hari setelah mereka menghilang. Ternyata mereka berada di landasan batu yang tak terjangkau genangan air sejauh empat kilometer dari mulut gua.
Sejak ditemukan, regu penyelamat Thailand dan penyelam dari berbagai negara memberi pasokan makanan, oksigen, serta pertolongan medis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Meski Tampil Singkat, Mariano Peralta Ungkap Kesan Debut di Persib Bandung
-
BRI Dukung Kebijakan Dana SAL demi Perkuat Intermediasi Perbankan
-
Transformasi Digital Kampus, BTN & Undip Resmi Luncurkan KTM Co-Branding Bagi 17.000 Mahasiswa Baru
-
Ratusan Ribu USD Disita dari Bandung dan Tangerang Terkait Kasus Suap Pajak Banjarmasin
-
Perbedaan Eye Serum dan Eye Cream, Mana yang Lebih Bagus?
-
SMGR Hidupkan Lagi Semen Kujang, Bidik Kuasai Pasar Jawa Barat
-
Pemerintah Buka Peluang Perpanjang Penempatan Dana SAL, BRI Sambut Positif
-
Polrestabes Bandung Sita 176.970 Butir Obat Keras Ilegal, 68 Tersangka Ditangkap
-
Likuiditas Menguat, BRI Perluas Penyaluran Kredit Berkualitas ke Sektor Produktif
-
Gugat Praperadilan, Tim Hukum Febrie Adriansyah Soroti Cacat Prosedur dan Dobel Penetapan Tersangka