Suara.com - Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Agus Hermanto mengungkapkan, Partai Demokrat menginginkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi pemimpin nasional. Agus mengklaim tak hanya kader Partai Demokrat yang mengusulkan namun juga dari kader-kader muda partai lain.
Menurut Agus, agar keinginan tersebut dapat terwujudkan, Partai Demokrat tengah berkoordinasi dengan partai-partai lain untuk berkoalisi.
"Tentunya ini harus dilengkapi untuk itu harus diperlukan koalisi dari partai-partai yang bisa mengusung, supaya AHY jadi pimpinan nasional," kata Agus di Gedung Parlemen, Komplek Senayan, Senin (9/7/2018).
Untuk mewujudkan hal tersebut, saat ini Partai Demokrat tengah melakukan pendekatan dengan Partai Gerindra. Skenarionnya adalah duet Prabowo Subianto - AHY di Pilpres 2019 nanti.
Agus mengatakan, bahwa perlu adanya pembicaraan yang intens terutama dengan Partai Gerindra untuk memutuskan siapa capres dan cawapres yang akan diusung oleh partai koalisi.
"Lebih intens konten yang lebih tepat, sehingga dapat memutuskan koalisi-koalisi untuk mengusung masing-masing pimpinan nasionalnya untuk menjadi, apakah itu capres atau cawapres," imbuh dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
4 Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Aplikasi, Simple Bisa Periksa Lewat HP
-
Wabah Hantavirus Serang Kapal Pesiar MV Hondius di Atlantik, 3 Penumpang Dilaporkan Tewas
-
CSIS Soroti 5 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Dinilai Tanda Ketidakstabilan
-
Pergerakan Pesawat Militer AS Meningkat ke Timur Tengah, Sinyal Eskalasi Konflik?
-
Ancaman Keras Parlemen Iran ke Donald Trump, Intervensi Selat Hormuz Pelanggaran Gencatan Senjata
-
KPK Panggil Lagi Eks Staf Ahli Budi Karya Sumadi dalam Kasus DJKA
-
Siswa SMKN Samarinda Meninggal Diduga karena Sepatu Kekecilan, Menteri PPPA Minta Evaluasi Bansos
-
AS Luncurkan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz, Klaim Jamin Stabilitas Pasokan Minyak Mentah
-
KPK Siap Hadapi Praperadilan Eks Wakil Ketua PN Depok di Kasus Suap Lahan
-
Anggota DPR Kecam Dugaan Pelecehan Seksual di Ponpes Pati, Desak Pelaku Segera Ditangkap