Suara.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, kasus dugaan korupsi yang menimpa Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah Ahmadi disebabkan lemahnya pengawasan internal pemerintah daerah.
Hal ini disampaikan Tjahjo dalam pelantikan Ptl Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan Plt Bupati Bener Meriah Syarkawi di kantor Kemendagri, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (9/7/2018).
"Kasus yang menimpa sahabat kita Gubernur Aceh itu, permasalahannya lebih karena lemahnya faktor pengendalian internal dalam perencanaan anggaran yang ada di Aceh," kata Tjahjo.
Tjahjo mengingatkan, khususnya kepada Plt Gubernur Aceh dan Plt Bupati Bener Meriah agar lebih adil dan jernih melihat permasalahan permasalahan, baik ditingkat pusat maupun daerah.
Khusus soal daerah otonomi khusus seperti Aceh, persoalan utamanya adalah implementasi kebijakan dari dana otsus tersebut.
"Dalam arti kita jangan menyandera atau menyudutkan hal-hal yang berkaitan dengan dana otsus. Seolah-olah kebijakan dana otsus itu salah, seolah-olah kebijakan dana otsus itu mudah diselewengkan," ujar dia.
Menurut dia, secara objektif, pelaksanaan dana otsus di Aceh yang sudah dimulai sejak tahun 2008 telah berjalan secara memadai dan memberikan dampak pembangunan, khususnya terhadap masyarakat di Aceh.
Salah satu indikatornya adalah, di Aceh angka kemiskinan turun dari 23 persen tahun 2008 dan pada 2017 menjadi 16 persen.
Oleh sebab itu, Mendagri meminta semua kepala daerah meningkatkan koordinasi dan pengawasan internal ke depan, sehingga tidak lagi terjadi kasus korupsi dalam penggunaan anggaran daerah.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Soal 'Orang Desa Tak Pakai Dolar', Purbaya: untuk Menghibur Rakyat, Presiden Mengerti Rupiah
-
Obrolan Prabowo dan Menkeu Purbaya di Lanud Halim: Dari Dolar sampai Rencana Naik Haji
-
Hari Ini Rupiah Keok-IHSG Jeblok, Prabowo Panggil Menkeu hingga Gubernur BI ke Istana
-
Terbukti Suap Pejabat Kemnaker, Jaksa Tuntut 3 Tahun Penjara untuk Miki dan Temurila
-
Amnesty Kritik RUU Tata Cara Pidana Mati yang Disiapkan Pemerintah Indonesia
-
Komarudin PDIP Usul Wapres Gibran Berkantor di IKN Agar Gedung Tak Mangkrak Usai Putusan MK
-
Bincang Singkat dengan Purbaya, Prabowo Tanya Dolar
-
Pemeriksaan Merambah Kelas TK, Polisi Buka Peluang Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha
-
Dari Nakba 1948 hingga Reruntuhan Gaza: Kisah Pilu Pria Palestina yang Terusir dari Tanah Airnya
-
Isu Transfer Data WNI ke AS di Kesepakatan Prabowo Trump, Menkomdigi Buka Suara