Suara.com - Seorang pria tanpa identitas ditemukan tewas di bawah jembatan besi rel kereta api di Stasiun Bekasi, Jalan Ir. H Juanda, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Dari informasi, jasad pria bertato di lengannya itu ditemukan oleh warga saat melintas di sekitar lokasi kejadian.
Saat ditemukan, jasad pria nahas itu tidak mengenakan baju. Hanya mengenakan celana dengan kondisi kusam dan bersimbah darah yang telah mengering.
Petugas keamanan atau sekuriti di Stasiun Bekasi, Ade Setiawan memperkirakan jasad korban itu sudah meninggal beberapa hari. Sebab, darah yang tercecer di tubuhnya sudah mengering.
"Di dekat kepala mayat, berceceran darah. Kalau dilihat dari darah yang sudah tidak segar, sepertinya mayat mati sudah beberapa hari," kata Ade di Bekasi, Minggu (22/7/2018).
Ade mengaku tidak mengenal pria yang tewas tersebut. Namun ia kerap melihat pria yang belum diketahui identitasnya itu kerap nongkrong di sekitar lokasi kejadian.
Menurut Ade, pria itu kerap terlihat di sekitar jembatan besi saat sore hingga malam. Sementara saat pagi hari, ia kerap terlihat di sekitar Bulan-Bulan atau kawasan persimpangan di dekat Stasiun Bekasi.
"Kayaknya ini bukan warga sini, apalagi dilihat dari mayat yang tanpa menggunakan baju dan dengan celana yang kusam. Identitasnya juga gak ada, jadi kayaknya bukan warga sini," imbuh Ade.
Sementara itu, Kepala Subbagian Humas Polres Metro Bekasi Kota, Komisaris Erna Ruswing Andari mengatakan, kini jasad korban dibawa ke RSUD Kota Bekasi.
Baca Juga: Siapa Bilang Mercedes Miris? Ferrari Juga, Ini Buktinya
"Kami bawa ke RSUD untuk diautopsi. Informasi yang kami terima, korban tewas tersambar kereta Jakarta-Cikarang," kata Erna. (Yakub)
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI
-
Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah
-
AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah
-
Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol
-
KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA
-
GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya
-
GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri
-
Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA
-
Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri
-
KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim