Suara.com - Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, menjadi lokasi yang paling parah terjadi kerusakan akibat gempa Lombok. Sejumlah pengungsi mengaku membutuhkan tenda hingga air bersih.
Tarna (59), salah satu saksi hidup gempa Lombok yang selamat dari runtuhan masjid Jabar Nur, Desa Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, mengatakan, warga pengungsi kini membutuhkan tenda dan air bersih selama bencana gempa Lombok masih berstatus tanggap darurat.
"Kami masih membutuhkan terpal, buat tenda bagi para pengungsi. Sama air bersih buat wudhu untuk salat sangat kami butuhkan juga," kata Tarna yang juga mantan Kepala Desa Tanjung, Rabu (8/8/2018).
Selain itu, para pengungsi juga membutuhkan selimut dan masker. Ini karena lokasi pengungsian gempa Lombok adalah lahan kosong yang cukup berdebu akibat runtuhan bangunan.
"Kami butuh selimut. Karena malam ini dingin. Dan masker untuk anak-anak dibutuhkan karena banyak debu di sekitar tenda kami ini," kata Tarna.
Tarna menyebut bila suplai air bersih bagi korban gempa Lombok di daerahnya belum datang. Untuk sementara warga mengambil air di sungai yang jaraknya lumayan jauh dari lokasi pengungsian.
Menurut Tarna, sebagian bantuan gempa Lombok sudah diterima para pengungsi dari relawan maupun pemerintah daerah. Salah satunya adalah bantuan makanan seperti mie instan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
Terkini
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos
-
Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
-
Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas
-
Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo
-
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi