Suara.com - Tim Basarnas di Nusa Tenggara Barat menyebut masih mendapat laporan dari warga ada korban yang masih tertimbun reruntuhan akibat gempa Lombok. Gempa berkekuatan 7.0 SR mengguncang sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (5/8/2018) lalu.
Menurut Koordinator tim evakuasi Basarnas, Agung Alit menyebut, titik lokasi korban yang tertimpa reruntuhan gempa Lombok berada di Kabupaten Lombok Utara.
"Informasi masih kami dapat di daerah Bangsal, membutuhkan alat berat masih ada korban tertimbun di sana," kata Agung, Rabu (8/8/2018).
Agung mengatakan, Basarnas dibantu TNI dan Polri bahu membahu untuk memantau apabila ada laporan terkait korban-korban yang masih terjebak dalam runtuhan bangunan.
Tak hanya alat berat, proses pencarian juga melibatkan anjing pelacak milik Polda NTB.
Proses pencarian korban gempa Lombok awalnya difokuskan di masjid Jabar Nur yang ambruk dan menimpa sejumlah jemaah di Desa Lading-Lading, Lombok Utara selama dua hari. Menurut informasi awal dari warga, ada puluhan orang tertimbun usai salat Isya berjamaah di masjid tersebut.
Namun, setelah dicek dan menelusuri lokasi, tak ditemukan tanda-tanda banyak korban jiwa di masjid tersebut. Tim penyelamat hanya mendapatkan tiga orang korban meninggal dan dua orang selamat.
Sementara itu, Kabid Humas Polda NTB, AKBP Komang Suartana menyebut, ada 29 anjing pelacak yang disebar ke beberapa titik untuk membantu evakuasi korban gempa Lombok.
"Itu bila memang tak bisa kami lihat lewat kasat mata. Kami lakukan pencarian gunakan K9 (anjing pelacak)," kata Komang.
Baca Juga: Ganjar, Mahfud MD dan Sultan Kumpul Bahas Ini Sambil Lesehan
Berita Terkait
-
Beredar Isu Pencurian Pasca Gempa Lombok, Ini Faktanya
-
Gempa Lombok : Tertimbun Reruntuhan Masjid, 1 Selamat 3 Meninggal
-
Dampak Gempa Lombok, Sejumlah Desa di Lombok Utara Terisolir
-
Pasca Gempa Lombok, Tentara Elit Sisir Rumah Warga Tengah Malam
-
Gempa Lombok, 5 Korban Tertimbun di Masjid Saat Salat Isya
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan