Suara.com - Sejumlah calo tiket Asian Games 2018 mulai berkeliaran di sekitar loket penjualan tiket pintu 4, Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat. Mereka menjual tiket dengan harga 4 jali lipat lebih tinggi dari harga tiket asli.
Pantauan Suara.com di lokasi, para calo yang berada tak jauh dari loket penjualan tiket menjajakan tiketnya kepada para pembeli yang kecewa lantaran kehabisan tiket. Kode yang mereka gunakan untuk menawarkan jasa adalah dengan berteriak kecil 'tiket tiket' atau 'basket basket' -- tiket pertandingan yang dijual.
Saat Suara.com mendatangi salah seorang calo, mereka langsung menawarkan tiket dengan harga fantastis, yakni Rp400 ribu. Harga itu 4 kali lebih tinggi dari harga tiket normal untuk pertandingan basket sebesar Rp100 ribu.
"Saya ada 2 lagi, satunya Rp400 ribu saja. Daripada jauh-jauh datang nggak jadi nonton," kata salah seorang calo saat ditemui Suara.com di GBK, Jakarta Pusat, Senin (20/8/2018).
Calo yang mengenakan jaket hijau dengan topi berwarna hitam di kepalanya itu mengaku, hanya bisa mengurangi harga tiket menjadi Rp350 ribu saja. Pasalnya, ia tak mengambil untung banyak.
"Enggak bisa banyak-banyak, paling potong Rp50 ribu aja ya. Nih saya langsung kasih dua kalau mau," ungkapnya.
Calo itu pun langsung menghindar dan pergi menjauh saat ada petugas INASGOC melintas tak jauh dari lokasi sang calo berdiri. Tak la berselang, calo itu kembali menjajakan tiket dengan harga yang tinggi itu kepada para pengunjung lainnya.
Sementara itu, Rasya (19) salah seorang pengunjung mengaku sempat terkecoh dengan keberadaan calo tiket. Saat mengetahui tiket yang hendak dipesannya habis, ada seorang calo yang mendekatinya dan menawarkan tiket. Namun, harga tiket yang tinggi membuatnya berubah pikiran dan tak jadi membeli tiket.
"Tadi dia langsung nyamperin. Mahal banget, normalnya kan cuma Rp 100 ribu. Itu dia jual sampai Rp 400 ribu. Mending nonton yang besok saja deh," keluhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Polda Jabar Libatkan Ahli Kejiwaan untuk Dalami Kondisi Psikologis Taufik Hidayat
-
Realita Pahit Dunia Kerja: Antrean 2 Km di Malaysia dan Bayang-Bayang PHK di Indonesia
-
Berkat Jejak Transaksi Daring, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung Ditangkap
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!
-
Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat
-
Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator
-
UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total
-
Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya