Suara.com - DPP Partai Amanat Nasional (PAN) menganggap penunjukan mantan Panglima TNI Djoko Santoso sebagai ketua tim pemenangan pasangan bakal capres-cawapres, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sudah sangat tepat. Djoko Santoso dinilai memiliki akses dan komunikasi langsung dengan pasangan calon.
Menurut Sekretaris Jenderal PAN, Eddy Soeparno PAN dan parpol koalisi pengusung Prabowo-Sandiaga juga tidak keberatan dengan terpilihnya Djoko Santoso sebagai ketua tim pemenangan.
"Seluruh partai-partai koalisi sudah komunikasikan tentang penunjukan Pak Djoko Santoso oleh capres dan cawapres secara langsung, bagi kami sepanjang itu ditunjuk oleh pasangan calon yang disepakati oleh seluruh teman-teman koalisi partai, kami tidak keberatan sama sekali," kata Eddy di DPP PAN, Jalan Senopati Nomor 113, Kebayoran baru, Jakarta Selatan, Rabu ( 22/8/2018).
Eddy berpendapat, sosok Djoko Santoso memiliki kedekatan langsung dengan pasangan calon baik Prabowo maupun Sandiaga. Hal tersebut dapat memudahkan bagi pasangan calon untuk menyusun program-program yang menjadi fokus pemenangan.
"Karena secara prinsip ketua tim pemenangan itu harus memiliki akses langsung kepada pasangan calon harus memahami komunikasi langsung, tidak hanya komunitas saja tetapi harus memiliki ikatan emosional yang dalam dengan pasangan calon," jelasnya.
Eddy berharap nantinya Djoko Santoso dapat menjadi jembatan bagi partai koalisi dengan Prabowo dan Sandiaga Uno.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Bukan Musuh, Pemred Suara.com Ajak Jurnalis Sulsel Taklukkan Algoritma Lewat Workshop AI
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin