Suara.com - Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Idham Azis mengaku geram mendengar ada anggota polisi yang menyerobot anteran kendaraan di pintu tol. Ulah polisi itu ramai diperbincangkan setelah aksi menyerobot yang dilakukannnya terekam sebuah video dan beredar di media sosial.
Idham pun mengaku tak senang apabila ada anggota polisi yang bersikap arogan meskipun diketahui petugas bisa memasuki area tol apabila sedang bertugas.
"Enggak ada, enggak boleh anggota polisi mentang-mentang, nggak boleh sok-sokan. Nggak boleh arogan, iya kan," kata Idham di Polda Metro Jaya, Rabu (5/9/2019).
Terkait aksi tersebut, Idham pun berjanji akan melakukan penyelidikan dan mencari anggota polisi tersebut. Dia juga mengaku tak segan-segan memberikan sanksi apabila anggota polisi tersebut terbukti melakukan pelanggaran
"Jadi kalau dia melanggar kita tindak. Saya yakinkan sama teman-teman, pasti saya tindak," katanya.
Aksi polisi yang menerobos antrean mobil di pintu tol terungkap setelah video amatir berdurasi 22 detik beredar di dunia maya. Polisi tersebut menggunakan motor gede (moge) saat terekam menyerobot antren kendaraan di pintu tol.
Namun sejauh ini, keberadaan anggota polisi tersebut masih misterius. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya belum bisa mengidentifikasi ciri-ciri polisi tersebut karena beralasan kamera pengawas atau CCTV milik Jasa Marga tak merekam secara jelas sosok polisi tersebut
Berita Terkait
-
Bongkar Jejak Sadis Taufik Hidayat! Inafis Sita Bukti dari TKP Penyekapan 3 Tahun YTR di Kontrakan
-
Purbaya Sepakat Polisi Hukum Pelaku Impor Pakaian Bekas Ilegal Pakai UU Pengelolaan Sampah
-
Loker Sipil Dibatasi Usia 25, tapi Pensiun Polisi Malah Diperpanjang!
-
Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa
-
Polisi Siagakan 3.761 Personel Gabungan untuk Amankan Aksi di Monas dan Gedung DPR
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
55 Ribu Pekerja Terancam PHK, DPR Siapkan Rapat Koordinasi untuk Mitigasi
-
Israel Cuek Iran - AS Damai, Lebanon Terus Digempur
-
Nadiem Makarim: Banyak yang Larang Saya Jadi Menteri Jokowi
-
Kejagung 'Banjir' Alat Bukti Korupsi MBG, Upaya Sony Sonjaya Jadi JC Berakhir Sia-sia?
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Jaksa Kukuh Sebut Pembelian Chromebook Nadiem Kemahalan
-
Tak Layak Jadi Justice Collaborator! Kejagung: Sony Sonjaya Pelaku Utama Jual Beli Titik SPPG
-
Sufmi Dasco Sebut Narasi Indonesia Runtuh Sengaja Digoreng: Padahal Ekonomi Kita Kuat
-
Kasus Suap Bea Cukai Rp71 Miliar Masuk Pengadilan, Tiga Pejabat DJBC Segera Disidang
-
Prabowo Sebut NU Ada di Mana-mana: Kabinet Merah Putih Banyak NU, Tak Pernah Kalah