Suara.com - Satreskrim Polres Bogor membongkar praktik pengoplosan gas yang dilakukan pangkalan gas elpiji nakal di Kampung Babakan Garapan, Desa Dayeuh, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kapolres Bogor AKBP AM Dicky mengatakan dari pangkalan nakal tersebut pihaknya mengamankan tiga tersangka pengoplosan tabung gas yang masing-masing berinisial MP (42), ED (28), dan HR (37).
"Kita tangkap tiga tersangka. Ada yang sebagai pemilik, sopir dan pengoplos tabung gas," kata Dicky, kepada wartawan, di Polres Bogor, Rabu (5/9/2018).
Dalam menjalankan aksinya tersebut, mereka mengoplos isi gas dari tabung bersubsidi ukuran 3 kilogram ke tabung gas non-subsisdi ukuran 12 dan 50 kilogram menggunakan alat berupa pipa besi.
"Jadi dari tabung gas 3 kilogram mereka suntikan ke tabung gas 12 dan 50 kilogram pakai pipa besi lalu dipasang segel palsu. Kalau takaran, yang pasti tidak sesuai dengan kapasitasnya," jelas Dicky.
Kemudian, tabung gas yang sudah dioplos tersebut dijual ke warung-warung dan perusahaan dengan harga normal. Dari hasik keterangan tersangka, dalam sebulan dapat meraup untung Rp 150 juta perbulan.
"Biasanya mereka juah tabung gas itu ke warung dan perusahaan di wilayah Cileungsi dan Bekasi. Merka bisa untung ratusan juta karena harga yang dijual sama tetapi takaran gasnya dikurangin," ungkapnya.
Dari lokasi pengoplosan, petugas mengamankan barang bukti 750 tabung gas ukuran 3 kg, 70 tabung 12 kg dan 23 tabung gas ukuran 50 kg, empat mobil, 29 pipa besi, ratusan segel palsu dan timbangan.
"Mereka dijerat Pasal 62 Ayat 1 Jo Pasal 8 UU RI No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Pasal 32 Ayat 2 Jo Pasal 30 UU RI No 2 Tahun 1981 Tentang Metrologi legal ancaman 5 tahun penjara," tutupnya.
Kontributor : Rambiga
Berita Terkait
-
Abaikan Ultimatum Trump, Israel Nekat Hajar Jantung Energi Iran di South Pars!
-
Apa Itu Ladang Gas South Pars? Pusat Energi Dunia yang Diserang Rudal Israel
-
Trump 'Cuci Tangan', Marahi Israel Serang Ladang Gas South Pars Milik Iran
-
Eni Kucurkan Rp 230 Triliun untuk Proyek Gas di Kalimantan Timur
-
DPRD Kota Bogor Bahas Program dan Target PDAM Tirta Pakuan untuk Tahun 2026
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
-
Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba